Jumat, 07 Februari 2014

Tingkatan Orang Islam

3 Tingkatan Orang Islam (Cacatan Pesantren)
 oleh :
Abah Hasyim Muzadi

          Alhamdulillah kita tetap istiqomah berjama’ah shalat tarawih dengan 20 roka’at. Saya sendiri memilih 20 roka’at, karena saya belum mengetahui umat Islam di belahan dunia manapun yang mengerjakan shalat tarawih selain 20 roka’at, kecuali hanya di Indonesia.
       Di dalam kaitannya dengan pelaksanaan syari’at Rasulullah SAW, orang Islam terbagi menjadi 3 tingkatan:
1.    Orang Islam yang Sahuun (lalai/sembrono). Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ma’un:5
اَلَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
     Umat Islam kelas ini akan marah jika Islam diganggu, namun mereka menjalankan ajaran Islam sesuka hati dan lebih banyak meninggalkan syari’at Islam.
2.    Orang Islam yang Daim (ajeg).
Mereka adalah orang Islam yang rutin menjalankan ajaran Islam, namun masih ada sedikit kekurangan dalam pelaksanaan ajaran Islam. Mereka ini termasuk ahli surga. Oleh karena itu, mari kita berdo’a semoga kita bisa meningkatkan kualitas kita sehingga sampai pada kelas Daim ini. Orang yang bersikap ajeg disebut Daim, sedangkan tindakannya disebut Mudawamah (keajegan).
3.    Orang Islam yang Mustaqim (tegak dan lurus)
Perilaku orang Islam yang Mustaqim ini disebut istiqomah.  
       Orang Islam yang Daim akan mengalami kesulitan dunia, namun Allah SWT akan memberi mereka jalan keluar (makhraj).

Kamis, 06 Februari 2014

hablumminallah dan hablumminannas

Memberesi Hablumminallah Dan Hablumminannas
Abah Hasyim Muzadi

         Di dalam mengisi hari-hari ampunan (maghfirah) ini, modal kita adalah melakukan muhasabah (mawas diri dan memperbaiki diri). Pada pertemuan sebelumnya, saya sudah sampaikan beberapa cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam istilah Hadits Rasulullah SAW disebutkan:
Orang-orang yang mendekat kepada Allah sepanjang satu jengkal, maka Allah akan mendekat kepadanya dengan satu depa. Apabila seorang hamba mendekat kepada Allah dengan berjalan, maka Allah akan mendekat kepadanya dengan berlari.
       Pada saat kita memperbaiki diri sendiri, maka orang lain akan memperbaiki sikapnya terhadap diri kita, tanpa perlu kita suruh (perintahkan).
أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
Perbaikilah dirimu, niscaya orang sekelilingmu akan memperbaiki sikapnya kepada dirimu
       Sebenarnya masing-masing dari kita mempunyai howo (medan magnit), baik ataupun tidak baik. Medan magnit pada diri kita itu ibarat junnah (Perisai). Orang baik biasanya didatangi oleh orang baik, sedangkan orang yang selingkuh dan jahat, orang yang datang menjadi temannya adalah orang yang satu tipe dengannya, karena Rasulullah SAW telah bersabda;
أَلْأَرْوَاحُ جُنُوْدُ الْمُجَنَّدَاتِ
Ruh itu saling bergandengan antara diri kita dan keluarga serta orang lain, oleh karena itu setiap orang suka berkelompok dengan orang yang satu tipe dengannya.

Rabu, 05 Februari 2014

Belajar kepada bangsa China

BELAJAR GAYA HIDUP KEPADA BANGSA CHINA
 oleh 
abah hasyim muzadi
chinese people
       Pada kesempatan kali ini, sebenarnya saya masih sangat lelah, karena saya tidak tidur selama 36 jam. Kemarin saya masih di Beijing. Di sana saya pergi ke Great Wall (tembok raksasa) yang panjangnya kurang lebih 6.000 KM dan lebarnya kira-kira 7 M. Setelah itu mampir di pabrik jamu, dan kembali ke Indonesia pada pukul 17.00. Masuk di Jakarta pukul 04.00 WIB. Ketika di pesawat, ketepatan cuaca sedang kurang baik, sehingga saya tidak bisa tidur. Saya naik pesawat yang berukuran kecil, yaitu pesawat 737 seri 400. Setelah itu saya berangkat ke Suabaya karena harus mengisi ceramah di sana dari jam 09.00-01.00 WIB. Setelah itu pulang ke Malang dan sampai di sini ba'dal Ashar. Jadi, kalau dihitung-hitung, berarti saya tidak tidur selama 36 jam, sehingga sudah nggeliyeng-nggeliyeng.
       Saya ingin menyampaikan sesuatu yang menarik tentang RRC (Tiongkok) kepada kamu semua. Dengan perjalanan ini, saya menjadi lebih mengerti kenapa Rasulullah SAW menganjurkan kita supaya mencari ilmu, sekalipun ke Negeri Cina. Saya perhatikan ada beberapa kekhususan dari China, yaitu:
1.    Segi Historis (Sejarah)
       China adalah bangsa yang tua karena beribu-ribu tahun sebelum masehi, China sudah menjadi bangsa yang besar bersama dengan Romawi, Yunani, Persia, India, dll. Ini adalah bangsa-bangsa tua yang ribuan tahun sebelum masehi sudah dikenal dalam sejarah.
2.    Segi Geografis
       China persis berada pada posisi tengah-tengah dari Benua Asia. Adapun selisih waktu antara Beijing dengan Jakarta hanya 1 jam sebagaimana selisih WIB dan WITA.
       Luas Negara China ini luar biasa, bahkan melampui luasnya Amerika Serikat dan hampir sama dengan luas Uni Sovyet sebelum pecah.
3.    Segi Populasi
       Negara China mempunyai jumlah populasi terbesar di dunia, yaitu mencapai 1,3 milyar jiwa. Ini jumlah penduduk yang ada di China daratan, belum lagi bangsa China berada di luar China (Overseas China). Di Negara mana-mana pasti ada orang China, termasuk Kalpataru, Cengger Ayam, bahkan daerah yang nyelempit-nyelempit itu. Jadi, tidak ada satu kota pun di dunia ini yang tidak ada orang Chinanya. Jumlah populasi orang China yang berada di luar RRC itu kalau ditotal sekitar 600 juta jiwa. Sehingga kalau ditotal secara keseluruhan, maka jumlah populasi warga China mencapai hampir 2 milyar jiwa.
4.    Segi Ekonomi
       China ini adalah bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi dan pekerja keras. Dalam satu hari, orang China mampu bekerja selama 11 jam, padahal kita saja yang berkerja 8 jam sehari sudah merasa berat. Perhatikan orang China yang buka toko. Pada pukul 06.00 dia sudah membuka toko dan tutup menjelang Maghrib, kemudian malam harinya, dia totalan. Jadi, waktu yang tersisa itu hanya digunakan untuk tidur atau untuk keperluan yang berkaitan dengan usaha dagangnya.
      
       Di samping sebagai pekerja keras, orang China adalah pekerja cerdas. Sekarang ini, tidak ada satu barang pun di dunia ini yang tidak ditiru oleh Negara China. Suatu saat saya pergi ke pasar malem. Di sana saya ditunjukkan jam tangan merk Rolex, mulai dari yang asli seharga 70 juta Rupiah, sampai Rolex yang seharga Rp. 70.000, dan kita sulit untuk membedakan antara yang asli dengan yang palsu. Oleh karena itu, RRC mempunyai potensi luar biasa untuk menghancurkan Barat. Apalagi produksi-produksi di sana dibuat secara besar-besaran, yaitu kalau satu orang membuat 10 baju, maka dari RRC akan mengekspor sekirat 12-13 milyar baju.
5.    Rasa Persaudaraan (Kecinaan)
       Bangsa China mempunyai rasa "kecinaan" dunia. Jadi, kalau orang China ketemu sama orang China lainnya, perasaannya lain dibandingkan ketemu dengan kita.
6.    Segi Politik
       Dahulu Negara China diperintah oleh Kaisar. Tunduk kepada Kaisar adalah harga mati, sehingga pada zaman Kekaisaran, Kaisar menyuruh rakyat untuk membangon tembok besar China meski harus mengorbankan ratusan ribu jiwa. Tembok besar China ini dibangun di puncak-puncak bukit dan panjangnya sekita sepanjang 6000 KM. Kalau ada pekerja yang mati, maka langsung dikuburkan di dekat situ. Jadi, tembok besar China itu sebenarnya angker karena ada alam arwahnya.

Minggu, 02 Februari 2014

Bencana adalah materi kontemplasi dalam perspektif Al-Qur'an

MENGUAK MASALAH BENCANA DI DUNIA INI

awal tahun 2014 ini, kita dihadapkan oleh berbagai bencana di berbagai daerah. mulai dari banjir jakarta, manado. gempa jogja, longsor jombang dan tak terkecuali di situbondo sendiri. bahkan BNPB menyatakan "negeri siaga bencana" mengapa terjadi bencana ? apa maksud tuhan atas semua ini? berikut sedikit kontemplasi dari akak zaenal.  
     
1.   dalam keadaan seperti ini yang kita perlukan adalah rasa prihatin tentang keadaan indonesia, tentunya dalam tulisan ini ingin menelisik bagaimana agama menumbuhkan dan mewujudkan dalam bentuk nyata. agama mengajarkan kita untuk berpuasa, salah satu makna pelajaran dari berpuasa yakni rasa keprihatinan dan latihan keprihatinan.
2.    Keprihatinan  tersebut meliputi :
a.    Keprihatinan terhadap diri sendiri –masing-masing kita sebagai seorang muslim– perihal kesenjangan antara ajaran Islam dengan perilaku kita sebagai seorang muslim. Dalam hal ini mudah dicari ukurannya
b.    Keprihatinan kita sebagai pemimpin, karena rakyat yang kita pimpin masih dalam keadaan prihatin
c.    Keprihatinan terhadap banyaknya bencana alam yang menyertai bencana sosial.
3.    Kita semua tentu bukan pihak yang secara tepat dapat mengatakan, mengapa bencana itu terjadi secara berurutan dan bergiliran. Dalam kesempatan ini saya ingin mengutip Ayat-ayat Al-Quran atau kalimat-kalimat Tuhan sehubungan dengan keprihatinan sosial  serta bencana-bencana tersebut, antara lain:
a.    Bencana yang sepenuhnya merupakan kodrat Ilahi dan tidak terkait dengan apapun kecuali karena kodrat-Nya. Surat Al-Hadiid : 22 dan At-Taubah : 51
b.    Bencana yang datang dari serangan negeri lain, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Naml : 34.
c.    Bencana yang datang karena ulah manusia secara fisik. Surat Ar-Ruum : 41.
d.    Bencana yang disebabkan karena tingkah laku manusia yang melampaui batas, melanggar norma kemanusiaan dan bergerak berdasarkan hawa nafsu belaka. Surat Al-Isra : 16.
e.    Bencana yang disebabkan karena ingkar terhadap kenikmatan yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada sebuah negeri. Keterangan ini berdasarkan Surat An-Nahl : 112.
f.     Bencana yang dilakukan oleh orang yang dzalim tapi akibatnya menimpa orang yang tidak bersalah, sebagaimana tertera dalam Surat Al-Anfaal : 25.
g.    Bencana yang diakibatkan karena pertikaian tingkat atas dan tingkat bawah serta pertikaian antar golongan.  Surat Al-An’aam : 65.
4.    Tidak ada jalan lain kecuali seluruh komponen bangsa bersikap mawas diri dan kembali ke jalan Allah.  Surat Huud : 3.
5.    Tuhan melarang kita untuk berputus asa terhadap rahmat yang dijanjikan kepada kita, sehingga kita berusaha sungguh-sungguh agar pantas untuk menerima rahmat Allah tersebut. Demikianlah keterangan dalam Surat Al-A'raaf : 96.
6.       Demikianlah, kami hanya menyajikan firman-firman Allah SWT, ketentuan-Nya berlaku universal: sepanjang zaman, seluruh umat di seluruh tempat. Selanjutnya terserah kita.... Wallahu A’lam. Semoga kita semua mendapatkan berkah dan hikmah atas semua kejadian ini. Amiin.


Edufunia Right. Diberdayakan oleh Blogger.