Upaya Muhasabah
diri
Catatan pesantren bersama abah hasyim
$pkr'¯»t
úïÏ%©!$#
(#qãZtB#uä
(#qà)®?$#
©!$#
öÝàZtFø9ur
Ó§øÿtR
$¨B
ôMtB£s%
7tóÏ9
( (#qà)¨?$#ur
©!$#
4 ¨bÎ)
©!$#
7Î7yz
$yJÎ/
tbqè=yJ÷ès?
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada
Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk
hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha
mengetahui apa yang kamu kerjakan.(al-hasyr ayat 18)
Bersikap jujur
terhadap diri sendiri adalah tidak mudah. Ada orang yang melihat dirinya lebih
dari ukuran yang sesungguhnya, dan ada orang yang melihat dirinya lebih rendah
dari ukuran yang sesungguhnya. Oleh karena itu, inti dari muhasabah adalah bersikap
jujur dalam melihat dirinya sendiri dan melihat diri kita dengan benar dan tepat.
Para ulama’ berkata;
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ،
عَرَفَ عُيُوْبَهُ
“Barang siapa mengetahui dirinya yang sesungguhnya, maka dia
akan mengetahui aib-aibnya”
