Jumat, 06 Juni 2014

STRATEGI MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH

STRATEGI MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH
DI TENGAH TERPAAN BADAI KEHIDUPAN
 
KH Hasyim Muzadi
Para Jama'ah yang saya mulyakan!.
       Salah satu tugas pokok kita sebagai orang tua adalah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Tugas ini ditegaskan di dalam Al-Qur'an Surat At-Tahriim : 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
            Yang ingin saya sampaikan pada pengajian kali ini adalah tentang tata cara untuk melaksanakan tugas tersebut, karena perintah Al-Qur'an tadi bersifat umum. Hal ini seperti halnya perintah shalat di dalam Al-Qur'an, sedangkan rincian tata cara shalat harus dilihat di dalam Hadits Rasulullah SAW. Bahkan Hadits pun kadang-kadang masih harus dirinci lagi melalui ijtihad (pandangan keilmuan) para ulama'. Jadi, Hadits berfungsi sebagai penjelas Al-Qur'an, sedangkan ulama' berfungsi untuk mempraktekkannya di dalam tekhnis pelaksanaan sehari-hari.
       Sekarang kita bukan hanya mengalami kesulitan di dalam keluarga, karena faktor ekonomi dan sulitnya mencari biaya hidup, akan tetapi kita juga kesulitan karena pengaruh dari luar. Sekarang ini, pengaruh dari luar tidak hanya mengganggu, tapi sudah merusak dan menghancurkan. Oleh karena itu, cara kita dalam menyelamatkan keluarga juga harus dobel, yakni dobel dari dalam dan dobel dari luar.
       Saya akan memulai membahas tentang tata cara menyelamatkan keluarga dari dalam. Seorang ahli hikmah yang bernama Imam Al-Ghozali RA menyatakan dalam atsar-nya (pendapat yang mu'tabar).
أَصْلِحْ نَفْسَكَ، يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
أَصْلِحْ نَفْسَكَ، يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
Perbaikilah dirimu, niscaya orang lain akan memperbaiki dirinya (perilakunya) kepadamu

Minggu, 01 Juni 2014

Rihlah PesMa Firdaus Malang ke Situbondo

Rihlah Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang Ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo part 2.

Sesuai denga kesepakatan, kita berangkat jam 12 malam. Dimalam itu aku kuat untuk tidak tidur semaleman sampek pagi… hebatkan aku?? soalnya siang dan sorenya udah tak tidur lama.. hehehe… tapi memang juga g bisa tidur… yaiyalah… secara aku kepel, tour guide dan tuan rumah. Klo gue sampek tidur yaa… kacaulah rihlah ini.
Jam sudah menunjukkan 11:30, mobil belum dateng juga,
“Udah siap” tanyaku pada salah satu yunior.
“Siap mas tinggal masukin pakaian aja” jawabnya.
“Laahh.. itu namanya ya belum siap, siap-siap yaa… siap-siap ya, ntar klo mobilnya dah dateng biar langsung berangkat” saranku.
“Ok mas, santai saja siap”

Aku khawatir akan belum siapnya temen-temen ketika mobil dah dateng, yang pastinya nanti membuat waktu molor dan akan berdampak pada menggangunya shedule acara. Ku sms mb hijri,
“mb mobilnya dah nyampek mana” tak lama sms masuk.
“Otw” balesnya singkat.

“Ayoo temen-temen, mobil dah hampir dateng, 3 menit lagi ditunggu dipondok putri yaaa…!!”
“Iya mas” mereka pun bergegas. Hehehe…. Sengaja aku pilih kata-kata yang ambigu agar mereka salah persepsi. Mungkin mereka menangkap maksudku bahwa 3 menit lagi mobil datang. Hehehe… ilmu maketing memang pandai memainkan persepsi.

Dan alhamdulillah mereka bergegas,
Haris Cendikia
Ghozy Al Atiqiya










Semua siap dan siap berangkat... Gooo...!!

Kamis, 15 Mei 2014

Tahapan Menjadi Muslimah Sejati dan Elegan

4 Tahapan Menjadi Muslimah Sejati dan Elegan
oleh : @Zaenal_Edufunia

Aisha AAC

Tulisan/catatanku “Tentang Wanita” telah menjadi LABEL tersendiri dalam blogku, tulisan kali ini tentang cacatan pesantren yang diasuh oleh Ibunda Nur’ainy Al Mascatty di hari jum’at tanggal 18 April 2014 mata kuliah “adaabul mar’ah fil islam” yang kira-kira berarti “Tatakrama/adab Wanita Dalam Islam”  menggantikan Ibu Rukmini yang bepergian. Kali ini ibunda nur’aini membahas 4 tahap peran wanita dalam kehidupannya.

Sharing/Mengajar kepada makhluk Hawa bukanlah suatu hal asing bagiku. Selepas lulus dari aliyah di Genggong, aku sudah mengajar TPQ, MADIN, Mts dan MA di Situbondo. Untuk tingkat Mts dan MA selain mengajar aku juga menjadi “penjaga” mereka dari pergaulan dan etika yang kurang pantas sebagai wanita. Meski mereka di pesantren namun pastinya ada “jiwa muda” dalam diri mereka Dan diwaktu kuliah S1 aku juga sering mengisi kajian di HMI, Kajian kelompok Ekonomi Islam, HTI, LDF FE UM juga pernah di masjid An-Nur Polinema dll. Dan di Pesma Firdaus juga diberi amanah menjadi instruktur/teman diskusi Fiqih Muamalah santriwan/ti paket 2 dan 3.

Menjaga/menasehati adik-adik disekolah Mts dan MA kulakukan sekedarnya saja, sepanjang tidak terjadi sesuatu yang berlebihan. Ya mungkin karena mereka bukan tanggungjawabku sepenuhnya, hanya sebatas disekolah saja. namun ketika adik kandungku tercinta sudah melewati ujian nasional dan hendak melanjutkan kuliah, keresahan dan kekhawatiran muncul. Bagaimana aku menjaganya? Bisakah aku menjaganya di tengah bebasnya pergaulan kota Malang? Ya, bagaimanapun dia adalah tanggungjawabku karena laki-laki mempunyai tanggung wajab terhadap 4 kategori wanita yaitu ibu, istri, saudara kandung perempuan dan anak perempuannya. Bagaimana aku menjaga dan mendidiknya agar dia bisa menjaga dirinya? Ku sepenuhnya memohon perlindungan Allah atas adik kandungku.

Selasa, 13 Mei 2014

PILAR-PILAR ASWAJA

PILAR-PILAR AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH
catatan pesantren bersama 
abah hasyim muzadi Alhikam Malang
dokumen pribadi

       terkait yang dimaksud aswaja dalam tulisan ini adalah aswaja versi/pemahaman menurut NU karena tentunya ada banyak versi/pemahaman dari ASWAJA. selain memang semua mengaku ASWAJA. tapi bijaknya, ASWAJA dilihat bukan dari pengakuannya tapi dari sikap dan amalnya. okk.... here the speech from abah.

Sekarang ini, aliran-aliran dan gerakan-gerakan politik sudah ada di sekitar kita. Kita tidak usah ikut-ikut ke sana, tetap saja pada ASWAJA. Ini penting, soale wis usum, mereka semua sudah masuk ke kampung, kampus, masjid, dsb. Wis ojok melok-melok, tetep pada ASWAJA yang patokannya sudah jelas.
       Patokan ASWAJA dalam bidang tauhid adalah Imam Al-Asy'ari dan Imam Al-Maturidy. Patokan dalam bidang Ilmu Fiqih adalah salah satu dari madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i, dan Imam Hambali RA.
       Madzhab Imam Syafi'i iku sing paling luwes, sebab piyambake rono-rene. Beliau pernah tinggal di Mekkah, Madinah, Baghdad, Mesir, dsb. sehingga beliau iso membanding-bandingkan.
       Imam Malik itu hanya tinggal di Madinah saja, mulane beliau menjadi Ahli Hadits terkemuka, karena Hadits numpuk di Madinah. Nabi Muhammad SAW hidup lama di Madinah, sehingga kelumpukan Hadits ada di Madinah juga sangat banyak. Hadits itulah yang menjadi ilmu andalan dari Imam Malik. Mulane, seakan-akan Imam Malik iku nggak duwe pendapat, karena nyaris semua pendapatnya mengacu kepada Hadits. Saking akehe Hadits sing diapalno Imam Malik, ngantek luweh teko 100.000 Hadits. Bandingno karo awak-awak'an iki, utange tok lali, opo maneh apal Hadits.
       Imam Malik iku sugih tapi sufi. Anehe, sufi itu orang yang atine gak kedunyan, padahal Imam Malik diparingi sugih. Opo dungane Imam Malik supoyo sugih lan sufi?, do'anya adalah:
رَبَّنَا أَتِنَا الدُّنْيَا فِيْ أَيْدِيْنَا، وَلاَ فِيْ قُلُوْبِنَا
                     Ya Allah, letakkanlah dunia di tangan saya, jangan letakkan dunia itu di hati saya   
Edufunia Right. Diberdayakan oleh Blogger.