Rabu, 03 Desember 2014

Cara menghadapi kesulitan Hidup dengan berdo'a dan beramal salih

Menghadapi Kesulitan Hidup Dengan Berdo'a
Dan Beramal Shalih Secara Istiqomah

       Di dalam pengajian ini, saya ingin menyampaikan bahwa suasana yang sulit sekarang ini, yaitu hidup yang sumpek yang di dalam Al-Qur'an disebut dengan مَعِيْشَةً ضَنْكًا (hidup yang serba angel), kelihatannya belum ada tanda-tanda berhenti. Kenapa belum ada tanda - tanda berhenti?, karena kita masih belum bisa bersatu untuk memperbaikinya, baik dalam hal keamanan, pendidikan, kesehatan, hukum dan ekonomi. Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah bahwa bencana-bencana yang silih berganti ini juga belum ada tanda-tanda berhenti. Saya tidak mengatakan bencana ini akan jalan terus, tapi saya mengatakan belum ada tanda-tanda rangkaian bencana ini akan berhenti. Satu-satunya jalan untuk menghapi kondisi seperti ini adalah kita harus siap-siap memohon keselamatan, karena kita tidak mampu untuk menghentikan bencana yang ada.
          Mengapa bencana ini masih terus terjadi?, Jawabannya adalah karena fungsi bencana tadi masih belum sampai. Bencana itu tersirat musibah di dalamnya, ada yang bersifat tadzkirah (peringatan), 'uqubah (balasan) dan ada yang bersifat adzab (siksa). Kira-kira saja, bencana di Indonesia ini berada pada posisi antara tadzkirah dan 'uqubah. Yang dimaksud dengan bencana sebagai tadzkirah (peringatan) adalah bahwa di Indonesia ini ada susuatu yang salah dan harus dihentikan, tapi belum juga dihentikan sekalipun bencana sudah silih berganti seperti ini. Sedangkan bencana sebagai 'uqubah (balasan) itu sudah lebih berat dari sekedar tadzkirah, karena bersifat siksaan. Saya yang sudah menelusuri ke mana-mana, melihat orang yang seharusnya berhenti berbuat dusta, serakah, korupsi, dsb. Namun mereka belum menunjukkan tanda-tanda berhenti melakukan perbuatan tersebut. Akhirnya, karena kedurhakaan sebagian umat ini, seluruh umat juga terkena musibah. Bencana seperti ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur'an Surat Al-Anfaal : 25
(#qà)¨?$#ur ZpuZ÷FÏù žw ¨ûtù‹ÅÁè? tûïÏ%©!$# (#qßJn=sß öNä3YÏB Zp¢¹!%s{ ( (#þqßJn=÷æ$#ur žcr& ©!$# ߉ƒÏ‰x© É>$s)Ïèø9$# ÇËÎÈ
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Selasa, 25 November 2014

DO’A UNTUK KESELAMATAN

DO’A UNTUK KESELAMATAN


       Jangan lupa kamu membaca Surat Al-Fath : 1-5 setelah shalat shubuh dan setelah shalat maghrib. Sedangkan setelah sahlat dzuhur, untuk memperkokoh kecerdasan, maka hendaknya kamu berusaha untuk membaca Al-Qur'an, sekalipun sedikit, walaupun itu hanya berupa Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash dan Al-Mu'awidzatain. Mengapa demikian?, karena potensi yang ada pada manusia itu kadang berkembang, kadang menggenang. Sama-sama lulusan S1, namun ada yang berkembang dan ada yang pengangguran. Ada anak yang pinter-nya itu kelihatan tajam dan bisa menyelesaikan problema, ada yang kepandainya tidak terasa. Jadi, ada faktor lain selain faktor ilmu, yaitu faktor kecerdasan.
       Di samping faktor kecerdasan di atas, ada juga faktor lain, yakni pengembangan dan mengalirnya potensi tersebut menjadi solusi. Dorongan untuk mengembangkan dan mengalirkan potensi tadi tidak cukup bermodalkan pinter saja, akan tetapi harus didorong bersama dengan idzin dan pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, engkau jangan lupa untuk membaca Surat Al-Fath : 1-5 tiap ba'da shubuh dan ba'da maghrib, sedangkan ba'da dzuhur, hendaknya kamu membaca Al-Qur'an, yaitu membaca Ayat-ayat yang ringan engkau baca.

Senin, 29 September 2014

Pesan Abah Hasyim Muzadi Kepada Pengurus OSPAM



Assalaamu'alaikum wr.wb.
Bismillahirrohmaanirrohim…


Alhamdulillahirobbil 'aalamin, wabihi nasta'inu 'ala umurid dun-ya wad din, was sholatu wassalamu 'ala asyrofil mursalin sayyidina wamaulaana wa syafi'ina wauswatuna wahabibina waqurroti a'yunina Muhammadin saw, wa 'ala alihi wa shohbihi ila yaumil qiyamah,

Subhaanaka laa 'ilma lanaa illa maa 'allamtana, innaka antal 'alimul hakim, robbana aatina min laadunka rohmah wahayyi' lana min amrina rosyada. Amma ba'd,

Yang terhormat para dewan asatidz,
Anak-anak sekalian yang saya hormati,

OSPAM adalah suatu sarana untuk belajar memimpin, memimpin kepada temannya yang lain, dan kunci kepemimpinan itu sebenarnya terletak kepada kemampuan seseorang untuk memimppin dirinya sendiri, ketika seorang pemuda mampu memimpin dirinya sebenarnya dia sudah siap berlatih memimpin orang lain. memimpin fikirannya sendiri, memimpin hatinya sendiri, memimpin tingkah lakunya sendiri, memimpin ibadahnya sendiri, kebersihan hidupnya baik lahir maupun bathin, maka dia berpotensi untuk memimpin yang lain. Kalau tidak, maka kepemimpina itu akan gagal, ini berlaku untuk semua, baik untuk anak-anak yang sudah berkeluarga maupun yang belum, kalau nanti kamu sudah berkeluarga dan ingin menjadi pemimpin masyarakat, itu juga pertanyaannya apakah ia mampu apa ndak memimpin keluarganya sendiri..? mampu ndak mengatasi rewelnya istri...? mampu ndak mengatur anak-anaknya supaya berjalan di atas gaaris yang lurus..? mampu ndak dia menciptakan ketenangan sakinah keluarga..? nah, ketika dia bisa, berarti dia siap memimpin masyarakat, tapi siap bukan berarti langsung bisa, tapi harus melakukan latihan-latihan, baik secara pengalaman fisik maupun pemikiran, oleh karenanya pengurus OSPAM pertama harus mampu memimpin dirinya.

coba pengurus OSPAM sendiri dilihat kamar tidurnya beres apa ndak..? sprei dan bantalnya itu pantas dilihat orang apa ndak..? kadang-kadang sprei itu berpindah seperti bendera tapi ndak jelas, juga bantalnya ada peta jawa timurnya di situ, anak-anak OSPAM mampu ndak dia sholat tepat waktu.. sebelum dia menjadi keamanan untuk sholatnya orang lain..? sebelum dia mentertibkan kaki-lima jajan-jajan yang masuk ke pondok, dia sendiri tertib apa tidak..? maka ada kata kuncinya.

“اصلح نفسك يصلح لك الناس”
Artinya : perbaiki dirimu maka orang lain akan memperbaiki sikapnya kepadamu tanpa komentar, jadi ilmu kepemimpinan yang pertama adalah memimpin diri sendiri.

Selasa, 23 September 2014

Perjalanan Situbondo - Malang Dalam Hikmah



Bus melambat lalu berhenti untuk menaikkan penumpang, dari pintu belakang seorang ibu tak bisa dikatakan masih muda naik, rambutnya semir kuning kemerahan, memakai rok mini. Seketika penjual tahu, pedagang asongan, pengamen dan pak kondektur menatap pada ibu tersebut sampai ibu tersebut duduk dikursi bagian tengah dan mereka berbincang sesekali terdengar tawa bernada nakal.

Tahukah kalian apa yang dipikiran bapak-bapak ketika melihat ibu tersebut? Dan tahukah kalian apa yang diperbincangkan oleh bapak-bapak tersebut?
Pertanyaan tersebut sulit dijawab oleh wanita yang mempunyai insting pamer. Yang mereka tahu dan ingin lakukan adalah pamer keindahan dan kecantikannya. Terlebih wanita yang memang terbiasa berpenampilan seperti itu bagi meraka hal itu biasa saja dan selalu menyalahkan laki-laki yang matanya g’dijaga atau bermata keranjang karena memang sulit untuk mengubah kebiasaan tak terkecuali kebiasaan pamer keindahannya.

Harus sepenuhnya kita terima bahwa wanita takkan seratus persen mengerti sudut pandang laki-laki dalam melihat keindahan wanita terlebih lagi wanita yang selalu disibukkan oleh perasaannya sendiri namun yang jelas sebagai laki-laki takkan ku biarkan wanita yang menjadi tanggungjawabku dan wanita yang aku cintai berpenampilan seperti itu. Takkan ku biarkan wanitaku menjadi pemuas fantasi liar laki-laki.

Hati-hati… semua mata cowok itu sama tak peduli tua atau muda dan tak terkecuali yang nulis tulisan ini. Be carefull ukhti…

Jika wanita ingin diperlakukan laksana ratu ia takkan berpenampilan seperti wanita penghibur. (Elfrida Aisha Azzakiya: Muslimah Metropolis)
Perempuan memiliki seluruh puncak-puncak kehormatan manusia tapi tak selalu mampu melindungi kehormatannya bahkan terkadang lupa betapa berharganya ia. (Elfrida Aisha Azzakiya: Muslimah Metropolis)

Kejayan pasuruan dalam Perjalanan kembali ke kota pendidikan Malang, 21 September 2014.
Edufunia Right. Diberdayakan oleh Blogger.