Kamis, 05 November 2015

Puisi Rindu "Rasio Rindu"

Berikut adalah kumpulan Status BBM ku tentang Rindu.
Rindu bertemu embun sang penyejuk hati yang belum tahu entah dimana…

Embun Yang menunduk tawadhu' tenang disaat yang lain sibuk
Definisi menurut Wikipedia, Embun adalah uap air yang mengalami proses pengembunan-proses berubahnya gas menjadi cairan. Embun biasanya muncul di pagi hari, di sela-sela kaca jendela atau di balik daun. Air embun dalam agama Islam digolongkan sebagai air yang "suci-menyucikan"-air yang sah digunakan untuk berwudhu-bersama salju,danau, maupun sungai. Embun biasa terjadi sehabis hujan atau saat pagi hari. dan yang jelas embun itu menyejukkan, menenangkan dan mendamaikan ketika memandangnya.

Embun pagi bersahaja

Berikut Status Puisinya... :-)

Ada kata, rasa dan suasana yang harus ku batasi...
bukan tak mampu untuk penuhi...
namun ingin perbatas tuk mengerti...
Rindu, cobalah untuk mengerti...
#JurnalRindu

Ya Allah, Jk Kau pencipta segala sesuatu...
Tolong tenangkan rinduku...
Karena janji kala itu...
Tuk hanya bertemu di ruang rindu & di 1/3 waktu...
#JurnalRindu

Ya Allah, Jika Memang Engkau pencipta segala sesuatu...
ku titipkan lagi rindu ini padaMu...
krn ku takut karena ketidaksabaranku...
cerita indah ini berubah pilu...
#JurnalRindu

seandainya engkau tahu
bagaimana rasio dan rasaku
atau suatu saat kau pun tahu
betapa rindu ini tak menentu
#JurnalRindu

waktu terasa lambat berlalu...
seminggu serasa sewindu...
Embun, kini aku dan kamu...
belajar tentang relatifitas waktu...
#JurnalRindu

Kalau aku kangen kamu...
kubuka Al-baqarah 261-265 pd Al-quranku
karena dari Ayat itu...
Kata2 ungkapan hati ku ramu...
dan semua puisi tentangmu berhulu...
#JurnalRindu

Terimakasih tlah menjaga hati ini...
dan Terimakasih tlah menjaga diri...
Terus jaga dirimu dari semua lelaki...
termasuk dari ketidakmampuanku menjaga diri...

namun jika dibiarkan terlalu lama...
aku takut rindu ini menguap...
Karena seperti yang slalu ku katakan...
Rinduku terbuat dari Air...
#JurnalRindu

Assalamualaikum embun...

Asap menyapa setiap daun...
Seolah Tiada lagi tempat rimbun...
Sepertinya bukan waktunya hujan turun...
Entah kemana pula singgahnya embun...
#MelawanAsap #MerayuEmbun

~Jika Hujan tak kunjung turun, maka cukuplah singgahnya embun.
~Jika Hujan tak menyirami, embunpun memadai.
Embun, mengertilah... Aku butuh kamu.
(Inspirasi dari Al-Baqarah:265)

Rasio Rindu

Ternyata cinta membiarkan rindu datang mendekap lebih dulu...
Membiarkanku tertawan sementara waktu...
Hingga rasio dan rasa semakin tak menentu...
Semoga "sebenarnya cinta" terajarkan oleh rindu...

Embun, aku menunggu jawaban hatimu dan restu ayah ibumu.
Apapun takdirNya, ku terima sepenuh hati, entah berpisah atau bersatu...
meski ku begitu menginginkanmu, Allah lah yang menentukan segala sesuatu...

0 komentar:

Posting Komentar

Edufunia Right. Diberdayakan oleh Blogger.