Senin, 23 Desember 2013

Tips Menulis Dari Isa Alamsyah


Oleh : Isa Alamsyah
Banyak yang bertanya pada saya sebuah pertanyaan sederhana tapi jawabanya apanjang sekali,bisa memakan ribuan halaman, bisa memakan waktu bulanan bahkan tahunan menjawabnya.

Apa pertanyaannya?
Bagaimana menulis yang baik?
Bisakah memberi saya tips menulis?

Akhirnya saya tahu jawaban singkat yag bisa menjawab pertanyaan itu.

Apa jawabannya?
Buka saja semua link di bawah ini, kamu akan mendapat jawaban hampir semua pertanyaan tentang kepenulisan
Silakan membaca;
Ini tips kepenulisan yang saya sudah tulis dan juga kontribusi dari Asma Nadia, Agung Pribadi dan member KBM lainnya

TIPS MENULIS (Isa Alamsyah)
Tip Menulis 1 Temukan Potongan Terbaik
Tips Menulis 2 Trik Membuat Karakter Konsisten
Tip Menulis 3: Sudut Pandang 'Aku' atau 'Dia'
Tip Menulis 4: ?
Tip Menulis 5: Membangun Atmosfer Kepenulisan2
Tip Menulis 6: Rahasia Buku Best Seller
Catatan seminar Asma Nadia di Islamic Book Fair, 9 Maret 2013
Tip Menulis 7: Memilih Judul (Provokatif)
Tip Menulis 8 Memilih Nama
Tip Menulis 9: Membangun ikatan dengan pembaca
Tip Menulis 10 (Advance): Membuat Jebakan dalam tulisan

Surat Dari George W. Bush

Sahabat edufunia, akak zaenal dapat kiriman dr teman Facebook, yang isinya tak dikurangi tak sedikitpun ditambah. ini bukan hinaan tapi ini adalah pucutan bagi kita bangsa indonesia untuk bangkit dan lebih baik... tanggapi dengan hati bersih dan prasangka serta sikap yang positif karena sesuatu yang negatif akan bernilai positif jika sikap kita positif... 

                                             
Kpda yg trhormat Direktur CIA & FBI, Direktur Bank Dunia, ADB, IMF, CEO Haliburton, Exxon Mobil, Freeport, bankir2 Internasional, & smua yg tlah mmbntu kami mmbiayai perang Irak, Afganistan, srta mnyebarluaskan kkuasaan Imperium Global, Direktur media & televisi CNN, ABC, NBC, yg telah mmbantu propaganda kita, kami ucapkan trima kasih. Hari ini adalah hari yg sngat pnting krna pada hari ini saya akan mlaporkan keadaan Indonesia, negeri yg mayoritas pnduduknya Islam, yg dulu kita takuti itu, skrang sama sekali tak brdaya di hdapan kita. Krna kini tak ada satupun yg prlu kita takutkan dari negeri itu, laporan Intelejen mngatakan bhwa tak ada satupun bahaya potensial yg akan mnggangu kpentingan kita di negeri itu. Kita tdak prlu takut kpda angkatan brsenjata mrka, krna senjata yg mrka gunakan adalah kiriman dari negeri kita, lihatlah ktika kita jatuhkan embargo senjata, tentara2 mreka sperti maung ompong ha ha ha ha (penonton tertawa), yg lbih lucu lagi kmarin presidennya sndiri yg memelas pada kita untuk mnghentikan embargo itu ha ha ha. (penonton tertawa).. kasihan2.

Tak perlu takut pada gnerasi mudanya, rupanya faham materialisme, budaya konsumtif, hedonisme, individualisme yg kita ajarkan itu lewat iklan2 kita, tayangan2 televisi kita, film-film kita, propaganda2, sudah trtanam pada hati & pikiran sbagian besar dari mrka, jngankan mmikirkan negeri / umatnya lebih2 agamanya, kini mrka hnya mmikirkan ksenangan diri mrka sndiri, bayangkan saja Negara smiskin itu pnduduknya mnempati urutan trtinggi dlam urusan brbelanja baju ke Singapura, mngalahkan Jepang, Australia & Cina skalipun. ha ha ha (penonton tertawa ).

Tak prlu takut tntang pelajar2nya, krna mahasiswa2 trbaiknya slalu kita rekrut & kita pkerjakan di perusahaan2 minyak / tambang kita, & kita mnyuap mrka dngan gaji yg besarnya sama dngan loper koran di negeri kita ha ha ha. ( penonton tertawa ).

Byangkan orang2 trbaiknya hadirin. Tak perlu takut kepada pemimpin politik dan pejabatnya, karena sebagian besar dari mereka adalah orang yang gila jabatan dan sangat mudah untuk di suap, untuk uang dan jabatan, mereka bisa kita minta untuk melakukan apa saja sesuai keinginan kita. haha ha ha ( penonton tertawa ).

Tnggu, tnggu, ada kabar yg lbih mnggembirakan lagi, mnurut laporan Intelejen yg saya trima, bhwa umat Islam di sana tlah terkotak2 mnjadi bnyak keompok & golongan. Tiap2 klompok mnjatuhkan yg lain & mngganggap klompoknya yg lbih baik dari yg lain, ada bibit kbencian yg besar di antara mrka yg dapat kita manfaatkan. sngat mudah bagi Intelejen kita yg brpengalaman untuk mngadu domba diantara mrka. Hutang mrka sudah sngat besar & hampir mustahil bisa mrka bayar, 22% APBN mrka habis untuk mmbayar hutang kpda kita, shingga mngurangi anggaran pndidikan mrka, ksehatan mrka, dan pelayanan sosial mrka. Shingga di negeri itu bnyak pnduduknya yg klaparan, miskin, sakit & tak mmpu berobat, ini mrupakan keuntungan bagi kita. Krna smakin lama jika kondisi tdak brubah, maka akan trcipta generasi yg lemah dari negeri itu, yg tdak akan mmpu mlawan kita, sprti yg selama ini kita harapkan. Kekayaan negeri mrka hmpir smuanya kita kuasai, lebih dari 96 % ladang minyak mrka tlah kita miliki, tambang batu-bara, tembaga, emas, yg broperasi di ngeri itu hmpir smuanya adalah milik kita. Lebih dari itu mimuman2, makanan2, buku2, walau bnyak yg ngopi, komputer2, software2 mrka, walau bnyak yg ngebajak, bhkan odol & sabun yg mrka gunakan adalah produksi perusahaan2. ha ha ha (penonton tertawa),....

Indonesia mrupakan ladang dollar kita yg hrus ttap kita prtahankan bgaimanapun caranya, 200 juta lebih pnduduk negari itu mrupakan konsumen bagi produk2 perusahaan kita. Singkat kata Indonesia telah kalah dari kita baik dari segi ekonomi, militer, politik, budaya, teknologi, dan lain-lain dan lain-lain. Untuk mnjaga agar kondisi ini ttap brlangsung, maka saya sarankan agar lebih mngefektifkan promosi budaya konsumtif & hedonisme kpda mrka, kpda agen2 CIA agar
mmecah belah umat Islamnya, tebarkan kcurigaan dan fitnah di antara mrka, biar mrka trus brkelahi & tdak pnya waktu untuk mlawan Imperialisme kita, trus rekrut generasi muda trbaiknya agar bkerja untuk perusahaan2 kita, shingga tdak akan bnyak grakan yg menentang kita. Sblum mngakhiri pidato ini, saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa ini, kpda sluruh pihak yg tlah ikut serta membantu usaha kita, Perusahaan-perusahaan Multinasional, Televisi dan Media masa, Bank Dunia, IMF, CGI, Negara-Negara sekutu, Economic Hit Man, Mafia Berkeley, yang terhormat Para Pejabat Korup Indonesia. Dan lain-lain, dan lain-lain.
Sekian dan terima kasih.

President USA

George W. Bush

Sabtu, 21 Desember 2013

Adek Asuh Al-Hikam

Assalamualaikum sahabat edufunia... ^-^ How's Life ? Still ok kan ?
Nabi Muhammad SAW bersabda : لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَناَ yang artinya, Bukan termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi orang muda diantara kami dan tidak menghormati orang yang tua” (HR. At-Tirmidzy). 
dari hadist diatas bisa memposisikan kita dalam 2 kategori, yang lebih tua atau yang lebih muda. untuk kali ini akak zaenal akan membahas sebagai posisi yang lebih tua yang berkewajiban menyayangi yang lebih muda. dan sebagai salah satu bentuk manifestasi dari rasa menyayangi kepada yang lebih muda, akak Zaenal  ikut tergabung dalam program Adek Asuh Al-Hikam (A3). Program A3 tersebut adalah Program mengajar dan bermain bersama setiap hari Ahad pagi. belajar Al-quran, agama, fikih atau PR mata pelajaran sekolah lainnya. dan karena rata-rata peserta adek asuh itu termasuk keluarga yang butuh tambahan perhatian dalam hal finansial dan ekonominya maka biasanya tiap awal bulan kita memberi Alat tulis, pakaian dan uang saku tambahan dan ketika menjelang liburan tak lupa pula kita berekreasi.
going to Singasari temple
inside temple


di jembatan sengkaling
Seminar Motivasi dengan Iwan Setiawan
 Seneng rasanya bisa bertemu kalian adek-adekku, meski kadang nakal dikit tapi masih dalam batas kewajaran. terus semangat yaa, ntar kalo ada apa-apa ngomong aja ke akak zaenal. insyallah semua kan baik-baik saja. jangan bersedih karena Allah selalu bersama kita.
sampai ketemu lagi di Surga. bye...bye...

Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang dan Tanya Jawab Seputar Pesantren (FAQ)

Assalamualaikum sahabat edufunia… ^_^




Tulisan Kali Ini tentang pesantren ke tigaku, yaitu pesantren mahasiswa FIRDAUS. Setelah diwisuda dari PESMA Al-Hikam dan FE UM, aku mendapat gelar “Ust” dari Al-Hikam dan “S.E” dari FE UM. Jadi namaku sekarang adalah Ust.M Zaenal Abidin S.E padahal targetnya adalah Prof.Dr.H.M Zaenal Abidin M,Pd M.M. hahaha…. Itu hanya mimpi aja, g papa kan mumpung masih gratis… namun... apalah arti gelar akademis tanpa manfaat bagi orang lain… tull ?  

(gelar ust itu cuma bo'ongan doang, ustadz itu bukan dilihat dari mana ia lulus, tapi bagaimana ia berdakwah dan mengamalkan ilmunya. okayy...

Ok kita fokus ke PESMA firdaus, setelah lulus dari Al-Hikam aku melanjutkan studi di pascasarjana UM. Sempat ngekos selama 1 bulanan namun sepinya teman serta tidak ada kegiatan yg ku kira bermanfaat aku memutuskan untuk kembali ke habitatku (masuk pesantren lagi). aku mulai mencari informasi daftar pesantren di malang. Akhirnya muncul beberapa 5 nama. 1. Al-Hikam lagi, 2. Nurul huda 3. Al-furqon 4. Alfadholi 5. Firdaus. Ku analisis dan ku timbang dengan keadaanku, mimpiku, kebutuhanku idealism dan cita-cita ku, keadaanku di pasca dll aku memutuskan untuk memilih PESMA FIRDAUS. Mengapa aku memilih pesma firdaus ?

Ini dia profil PESANTREN MAHASISWA FIRDAUS MALANG.

Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang

Masjid di dekat PESMA Firdaus

Empat Tipe Anak Menurut Al-Qur'an

4 tipe anak menurut al-Qur'an
Cacatan Pesantren bersama Abah Hasyim 


     
Mendo’akan seorang anak adalah suatu yang penting, namun sekarang sudah banyak yang melupakan hal itu. Banyak orang tua mengira kalau anak hanya memerlukan makan, minum, sangu (bekal) dan sekolah. Padahal kenyataannya, semua itu belum cukup, karena anak-anak kita memerlukan do’a kita sebagai orang tua. Jika orang tua hendak mendo’akan putera-puterinya, maka dia harus mendo’akan mereka satu persatu. Orang tua mesti mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masing-masing anaknya. Al-Qur’an telah menyebut anak dalam 4 tipe:
1.    Anak yang disebut Qurratu A’yun. Secara bahasa, kata Qurratu A’yun berarti; biji mata. Akan tetapi yang dimaksud dengan anak yang Qurratu A’yun adalah anak yang sudah beres dunia dan akhiratnya, yang beres hidupnya, yang beres akhlaqnya kepada orang tua dan beres perilakunya terhadap lingkungannya, baik lingkungan masyarakat maupun lingkungan alam. Istilahnya, anak yang Qurratu A’yun adalah anak yang jangkep (sempurna) agamanya, jangkep hidup dunianya, sehingga dia akan memperoleh kebaikan di dunia maupun di akhirat (Fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah). Perumpamaan anak yang Qurratu A’yun adalah anak pintar, shalih, berakhlaq mulia, bermanfaat dan bisa mengerti kondisi orang tuanya.
2.    Anak yang menjadi hiasan (pepaes ; zinah). Anak tipe ini adalah anak yang bisa dibanggakan oleh orang tuanya ketika di dunia saja, karena kehidupan akhiratnya masih belum jelas. Misalnya anak yang menjadi Bupati ataupun Gubernur. Seorang anak yang bisa dibanggakan oleh orang tuanya sudah bisa disebut akan dalam kategori zinah (perhiasan) ini, baik dia bisa mendatangkan manfaat maupun tidak. Perumpamaan anak kategori zinah untuk saat ini adalah peserta Indonesian idol, sekolahnya bernama Akademi Fantasi, dan isinya hanya gaya, mejeng, pepaes, berbusa-busa dan fantasi belaka.
3.    Anak yang menjadi fitnah, yaitu anak yang bisa mendatangkan fitnah untuk keluarga. Misalnya; Seorang ayah mempunyai perilaku yang baik, namun tingkah laku anaknya tidak karu-karuan (berperangai buruk), misalnya; mengonsumsi narkoba. Inilah yang kemudian diistilahkan dengan “anak polah, bopo kepradah”. Pada masa sekarang juga berlaku istilah “bopo polah, anak kepradah”, misalnya; Seorang ayah dikabarkan ditangkap polisi karena suatu kasus, kemudian anaknya menjadi terkucil di sekolah. Meskipun demikian, yang paling banyak terjadi adalah anak yang membawa fitnah bagi orang tuanya.
4.    Anak yang menjadi musuh orang tua. Misalnya; Seorang akan ketika masih kecil dididik oleh orang tuanya, ketika sudah besar, anak itu berani melawan, berkhianat, bahkan tega  membunuh orang tua kandungnya sendiri.

Kamis, 19 Desember 2013

Upaya Muhasabah diri :Tuhan, Maafkan aku...

Upaya Muhasabah diri
Catatan pesantren bersama abah hasyim

$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£s% 7tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7ŽÎ7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès?

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(al-hasyr ayat 18)
             
       Bersikap jujur terhadap diri sendiri adalah tidak mudah. Ada orang yang melihat dirinya lebih dari ukuran yang sesungguhnya, dan ada orang yang melihat dirinya lebih rendah dari ukuran yang sesungguhnya. Oleh karena itu, inti dari muhasabah adalah bersikap jujur dalam melihat dirinya sendiri dan melihat diri kita dengan benar dan tepat. Para ulama’ berkata;
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ، عَرَفَ عُيُوْبَهُ
“Barang siapa mengetahui dirinya yang sesungguhnya, maka dia akan mengetahui aib-aibnya”

Kamis, 05 Desember 2013

Ekonomi Syariah Adalah Suaka Ekonomi Sejati Menuju Indonesia Mandiri



Menjadi Negara dan bangsa mandiri adalah harapan dari seluruh bangsa di dunia tak terkecuali indonesia. Kemandirian penting bagi suatu bangsa untuk bertahan pada era globalisasi yang sangat kompetitif Terlebih untuk menghadapi perdagangan bebas utamanya  wilayah asean (ASEAN Market) yang akan dimulai tahun 2015 mendatang. Kemandirian bangsa dipengaruhi oleh banyak faktor utamanya faktor ekonomi. System atau konsep ekonomi dari suatu Negara menetukan nilai dan karakteristik kegiatan ekonominya. Salah satu system ekonomi adalah ekonomi islam atau ekonomi syariah. Ekonomi syariah adalah suatu system, konsep dan ilmu  yang mempelajari masalah-masalah ekonomi yang didasari oleh prinsip-prinsip/nilai-nilai Islam.
Karena System ekonomi syariah berlandaskan pada nilai-nilai islam maka tak bisa dielakkan harus mengikuti kaidah atau aturan main agama islam. Dalam islam, masalah ekonomi termasuk dalam bahasan muamalah atau hubungan dengan manusia lainnya. Asal hukum dari muamalah adalah boleh/halal selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Kata haram dalam bahasa arab yang mempunyai arti terhormat. bisa dicontohkan rumah ibadah yang dihormati oleh ummatnya maka akan banyak aturan/larangan yang diterapkan. beberapa hal yang diharamkan oleh islam yang tidak diharamkan oleh system ekonomi lainnya, larangan dalam ekonomi syariah bisa dibagi 2 kategori yaitu Pertama, perangkat lunak. berupa nilai-nilai, etika ekonomi dan spiritual ketuhanan. Kedua, perangkat keras. berupa tata kelola, hukum dan transaksi legal.

Rabu, 20 November 2013

Abstrak Skripsiku

ABSTRAK

Abidin, M Zaenal. 2012. Pengaruh Desain, Lingkungan Sosial Dan Ambien Terhadap Minat Pembelian Ulang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo, M.M., (2) Handri Dian Wahyudi, S.Pd., M.Sc.

Kata Kunci : Desain, Lingkungan Sosial dan Ambien Toko, Minat Pembelian  Ulang.

Selasa, 19 November 2013

Tujuan dan hak dalam perkawinan

TUJUAN DAN HAK-HAK DALAM IKATAN PERKAWINAN



Assalamualaikum, Sahabat edufunia..!! kabarnya still ok kan ? akak zaenal akan melanjutkan posting sebelumnya tentang hikmah pernikahan. Bahasannya nikah lagi ini sekarang, maklum lagi pengen. J hehehe… akhir-akhir ini sudah mulai ada temen tingkat/kelas yang sudah menempuh hidup baru. Pertanyaannya adalah haruskah menikah? Apa sih tujuan menikah? Apa Hak dan kewajiban dalam menikah ?  dan lain-lain. Here my sharing….
       Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan suatu bentuk pengikatan dua insan manusia. Karena berkaitan dengan perasaan, hati dan cinta dsb. Ikatan pernikahan juga biasa disebut dengan Mitsaqon Gholida (perjanjian yang sangat kukuh) dan tentunya pernikahan/perkawinan memiliki tujuan-tujuan. Tujuan perkawinan sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an yaitu pada surat ar-rum ayat 21, ada 3 macam yaitu :
ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷br& t,n=y{ /ä3s9 ô`ÏiB öNä3Å¡àÿRr& %[`ºurør& (#þqãZä3ó¡tFÏj9 $ygøŠs9Î) Ÿ@yèy_ur Nà6uZ÷t/ Zo¨Šuq¨B ºpyJômuur 4 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbr㍩3xÿtGtƒ ÇËÊÈ  
   dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

1.    Sakinah (ketenangan)
       Ada beberapa istilah di dalam Al-Qur'an yang kelihatannya hampir sama, namun sebenarnya berbeda. Sakinah itu ketenangan atau ketentraman, sedangkan Thuma'ninah itu renungan. Dalam bahasa Jawa, Sakinah itu tentrem, sedangkan Thuma'ninah itu anteng. Tenang itu belum tentu anteng. Thuma'ninah (anteng) artinya ada pengendapan pikiran, sedangkan Sakinah itu tentram dan tenang. Di dalam Thuma'ninah itu ada unsur peresapan pemikiran dan renungan. Salah satu rukun shalat itu anteng, bukan tentrem. Ada lagi istilah, Mahabbah (seneng). Senang dengan tentram itu berbeda. Senang terkadang bikin tentram, kadang tidak. Kalau kesenangan itu haq (benar), maka akan menjadi Sakinah. Kalau kesenangan itu bercampur dengan nafsu, maka dia akan melahirkan gejolak atau kekacauan, baik dalam dirinya maupun di dalam keluarganya.

2.    Mawaddah
       Mawaddah itu cinta atau katresnan, akan tetapi disertai dengan tanggung-jawab, sedangkan kalau mahabbah itu hanya senang saja. Jadi, Al-Mawaddah berarti Al-Mahabbah wa Dhiman (Mawaddah adalah cinta dan tanggung jawab).

3.    Rahmat
      
Rahmat itu ada berbagai macam jenis, antara lain:
v  Rahmat kehidupan (Rahmatul Hayaat atau Rahmat Dunyawiyyah). Misalnya; rezeki, ketenangan, ketentraman, keserasian, keturunan, silaturrahim, dsb.
v  Rahmat Uluhiyyah, yaitu Rahmat dalam hubungan kita dengan Allah SWT. Orang yang sudah menikah dianggap sempurna sebagai orang. Jadi, ada Rahmat ketuhanan, yaitu hubungan manusia dengan Allah SWT.
v  Rahmat 'Ubudiyah (Rahmat Ibadah). Contoh; Pahala shalat orang yang sudah berkeluarga itu lebih banyak dari pada orang yang belum menikah (joko). Disebutkan di dalam Hadits bahwa pahala shalat orang yang sudah menikah itu berlipat 70 kali. Kenapa demikian? Karena orang yang masih joko itu tidak pernah mendo'akan anaknya, sedangkan orang yang sudah menikah itu mendo'akan istri, anak dan keturunannya sebagaimana do'a yang terdapar dalam Surat Al-Furqan : 74 di bawah ini:
$oY­/u ó=yd $oYs9 ô`ÏB $uZÅ_ºurør& $oYÏG»­ƒÍhèŒur no§è% &úãüôãr& $oYù=yèô_$#ur šúüÉ)­FßJù=Ï9 $·B$tBÎ) ÇÐÍÈ
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Dari sini saja sudah kelihatan perbedaan antara joko dengan orang yang sudah menikah. Ketenangan seorang suami juga membawa ketenanang pada yang lain. Suami sebagai pemimpin keluarga, teladan anak, dll. Itu semua adalah Rahmat. Jadi dalam pernikahan itu ada Sakinah, Mawaddah dan Rahmat. Berikut ini uraiannya:
       Sakinah itu hidup tenang, tentram dan stabil. Stabil berarti tetap bertahan ketika ada goncangan, bukan berarti bahtera rumah tangga tanpa goncangan. Jadi ketika menghadapi suatu goncangan, di sana ada pemecahannya. Tidak betul kalau orang yang sudah menikah disebut tentram, lalu tidak ada apa-apa, karena hidup ini tidak mungkin tidak ada apa-apa, pasti ada gelombangnya. Insya Allah, dengan satu keluarga yang tangguh, seseorang akan tetap stabil dalam menghadapi goncangan-goncangan itu.
       Kalau seseorang menikah, maka senangnya itu kira-kira 6 bulan sebagai bulan madu. Ketika sudah ganti bulan ke-7, bulannya sudah tidak lagi semanis madu, mungkin sudah sepet (pahit). Pada saat istri mengandung saja, keadaan sudah repot. Istri memerlukan obat, ada juga istri yang rewel ketika mengandung, ngidam, dsb. Terkadang ada istri yang ngidam, tiap hari ingin ngambu kreweng. Kalau istri saya ngidam, pasti masuk Rumah Sakit, karena tidak mau makan maupun minum. Pada saat-saat itu yang namanya bulan madu sudah hilang, ganti menjadi bulan tanggung-jawab. Ketika anaknya sudah terlahir, orang tua akan gembira; namun mengurus anak adalah tanggung-jawab orang tua. Dari situasi naik turun ini, tetap ada stabilitas. Mempunyai anak sebelum kawin, kemudian istrinya ngidam, berarti hal itu adalah kecelakaan, bukan tanggung jawab. Maka di sana tidak mungkin ada Sakinah. Oleh karena itu Allah SWT memperingatkan bahwa hanya melalui perkawinan, akan muncul Sakinah. Peringatannya, jika keluar dari jalur pernikahan, maka jangan harap ada Sakinah. Nah, Sakinah itu berarti stabilitas, termasuk ketika ada goncangan yang menerpa.
       Mawaddah adalah cinta kasih dan tanggung jawab kumpul jadi satu. Tanggung jawab apa?, Yaitu tanggung jawab terhadap hak-hak wanita (istri). Jika ada kecintaan dan tanggung jawab, maka Allah SWT akan memberikan Rahmat di belakang perkawinan itu. Rahmat Allah SWT itu banyak sebagaimana yang saya sebutkan di atas. Contoh Rahmat kehidupan dalam pernikahan; Yang asalnya orang lain akhirnya menjadi besan, mantu, mertua, ipar, dll. Silsilah keturunan hanya berasal dari perkawinan. Dari situ kemudian muncul istilah mahram dan bukan mahram. Hukum waris juga ada setelah ada keturunan. Oleh karena itu, perkawinan disebut dengan separo agama (Nishfuddin), karena separo agama itu mulek di lingkungan perkawinan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya.
       Rumah tangga harus dimodali dengan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dalam salah satu Hadits Nabi SAW disebutkan:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. وَخِيَارُكُمْ، خِيَارُكُمْ لِنِسَائِكُمْ خُلُقًا
Sebaik-baik orang adalah orang yang akhlaqnya baik. Dan orang yang terpilih di antara kamu semua adalah orang yang terpilih di dalam bersikap (berakhlaq) baik kepada istri-istrinya.
Berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW di atas, maka sikap baik di dalam keluarga harus dimulai dari pihak laki-laki. Ada sebuah Hadits:
فَإِكْرَامُ الْمَرْأَةِ دَلِيْلُ الشَّخْصِيَّةِ الْمُتَكَمِّلَةِ، وَإِهَانَتُهَا عَلاَمَةٌ عَلَى خِسَّةِ وَاللَّئُمِ
Penghargaan seorang suami pada istri menunjukkan suami itu mempunyai kepribadian yang sempurna (cukup). Dan penghinaan suami kepada istri menunjukkan bahwa suami itu penuh cela dan cacat.
       Perlu diselidiki dalam ilmu psikologi kebenaran pernyataan di atas, yaitu orang yang baik sama istrinya, berarti dia orang baik; dan jika orang itu menyia-nyaikan istrinya, berarti dia memang orang yang tidak baik. Dalam sebuah Hadits disebutkan:
مَا أَكْرَمَ النِّسَاءَ إِلاَّ كَرِيْمٌ، وَمَا أَهَانَهُنَّ إِلاَّ اللَّئِيْمُ
Hanya laki-laki yang mulya, yang memulyakan wanita &  hanya laki-laki yang hina, yang menghinakan wanita.
       Hadits ini bersifat secara umum, sedangkan Hadits sebelumnya bersifat khusus antara suami dengan istri.
       Semua persoalan-persoalan keluarga tidak boleh dibawa keluar ke masyarakat, karena hukumnya haram. Persoalan-persoalan keluarga harus disimpan sendiri. Jangan sampai engkau ngede-ngedel dan ngelek-ngelekno anak dan istrimu di hadapan masyarakat, termasuk kepada mertua sekalipun, kecuali hal itu diperlukan dalam penyelesaian masalah. Jadi, jangan gampang-gampang lapor, selesaikan sendiri di dalam keluarga. Jika tidak bisa, boleh lapor, tapi yang dilaporkan itu masalah, bukan musykilah. Masalah adalah apa yang perlu dipecahkan, sedangkan Musykilah adalah ruwet-ruwet sing gak karuan yang tidak perlu disampaikan. Hanya hal-hal yang perlu dipecahkan saja yang boleh disampaikan kepada orang tua atau mertua. Sedangkan kalau dilaporkan kepada orang lain yang tidak ada sangkut pautnya, hukumnya haram menurut Rasulullah SAW.
       Biasanya arisan merupakan sumber infotainment, sedangkan infotainment itu isinya cuma ngerusak saja. Cuma yang saya heran adalah kenapa silibriti itu kok senang ngguya-ngguyu koyo bedes, padahal keluarganya diudel-udel begitu, hanya karena sekedar mencari kemasyhuran. Padahal yang dibutuhkan dalam keluarga itu keluhuran, bukan kemasyhuran.
       Dalam sebuah Hadits Shahih Bukhari riwayat Abu Hurairah RA disebutkan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ
       Hadits di atas bermakna : Yang sering-seringlah menasehati para wanita dan ndak bisa sekali jadi. Kenapa?, Karena wanita itu dibuat dari tulang rusuk orang laki-laki. Tidak ada tulang rusuk yang lurus, pasti bengkok. Oleh karena itu wanita tidak bisa dituntut terus terang seperti laki-laki, pasti ada menggak-menggok-nya. Di situlah letak seninya. Jika wanita tidak mau, tidak mesti tidak mau; atau wanita itu seperti orang yang lari, tapi minta dikejar sebagaimana dalam film-film India. Jadi yang dimaksud dengan " الضِّلَعِ " adalah sesuatu yang tidak rasional, tapi indah.
       Letak perbedaan wanita dengan diplomat adalah kalau diplomat itu bilang "ya", itu belum pasti "ya", karena diplomat itu biasanya menghindari kata-kata "tidak". Misalnya diplomat tidak setuju akan sesuatu, maka dia akan berkata; "Nanti kita pikirkan", padahal dia tidak memikirkan. Sedangkan kalau wanita itu bilang "tidak", itu belum pasti "tidak".
       Kalau wanita marah-marah dan menyuruh kita pergi, kita jangan pergi, karena maksudnya adalah supaya kita tidak pergi. Anehnya di sini dan justru seninya terletak pada keanehan tersebut. Jadi kata " الضِّلَعِ " juga bisa dimaknai wanita itu lebih ingin "mengukur" dari pada ingin dituruti. Misalnya: Kalau kamu pergi ke rumah wanita, sebenarnya wanita itu ingin menemuimu, namun hanya untuk melihat reaksimu.
       Allah SWT menciptakan makhluknya beraneka ragam. Wanita itu emosinya di atas rasio, mungkin dengan prosentase emosi 60% dan rasio 40 %, sedangkan laki-laki itu rasio 60 % dan emosi 40 %. Sehingga kalau mau kirim surat, harus disertai kata-kata yang menyenangkan emosinya, jangan seperti telegram. Kalimat tersebut dibuat untuk menyentuh bagian emosi 60% kaum wanita, di samping bagian rasio. Dengan demikian, maka yang terjadi adalah al-mu'asyarah bil ma'ruf (tata pergaulan kekeluargaan menurut Islam).
       Karena suami mempunyai tanggung jawab, maka dia juga mempunyai hak-hak atas istri:
1.    Hak satu derajat di atas hak wanita.
       Misalnya: Hak menjatuhkan thalaq. Hanya dengan tanggung-jawab suami yang hilang, istri boleh minta cerai melaui pengadilan dan semacanya. Namun proses menuju sana harus ada ishlah (perbaikan) di antara keduanya dan mendatangkan sesepuh kedua belah pihak. Jika tidak "ketemu", maka dilanjutkan ke pengadilan.
       Adapun hak untuk mencerai itu aslinya berada di tangan laki-laki. Sekalipun demikian, namun Rasulullah SAW mengingatkan melalui Hadits dalam kitab Sunan Abu Daud:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلَاقُ
Barang halal yang paling dimurkai oleh Allah adalah cerai.
       Di sini, banyak orang-orang di luar Islam yang mengkritik perceraian. Mengapa Islam membolehkan perceraian?. Pertanyaan ini banyak dipertanyakan oleh agama-agama di luar Islam atau oleh negara-negara di luar negara Islam. Menurut mereka, Apakah memberikan hak cerai ini bukan sebuah kedzaliman?. Jawabannya adalah bahwa perceraian itu baru dimungkinkan terjadi pada saat emergency (darurat).
       Tadi sudah disebutkan seorang laki-laki mempunyai hak menjatuhkan thalaq, tapi sudah diberi tahu bahwa thalaq itu tidak disukai oleh Allah SWT. Seorang istri pun kalau ingin cerai, harus melalui proses-proses yang berat.
       Kenapa cerai masih dimungkinkan terjadi? Pertama: untuk menghindari perbuatan fakhsya'; Kedua: untuk menghindari perbuatan mungkar. Misalnya: Ada seorang wanita yang sudah tidak berfungsi atau laki-lakinya yang tidak berfungsi, maka pasangannya biasanya mau kawin. Ketika dia mau kawin, kemudian kok digandoli, maka akhirnya dia berbuat nakal. Jadi, sebenarnya perselingkuhan itu sangat dihindari oleh Islam. Beda dengan orang-orang Barat yang mengkritik cerai, tapi mereka berbuat selingkuh semaunya saja. Hal itu sudah menjadi budaya di mana-mana di negara Barat. Akhir-akhir ini banyak juga perceraian di kalangan mereka, terutama kalangan selebriti. Bintang-bintang film di sana juga sering kawin-cerai.

       Memang ada agama yang tidak memperkenankan perceraian. Sedangkan di dalam Islam, perceraian adalah alternatif terakhir, kalau sudah tidak ada jalan lain. Perceraian ini sama halnya dengan poligami. Poligami juga mendapat banyak kritikan dari orang luar. Padahal poligai di dalam Islam itu bukan ketentuan, melainkan alternatif (pilihan) semata. Bukan orang Islam disuruh untuk poligami, karena yang diperintahkan adalah menikah dengan satu istri. Baru kalau ada faktor-faktor lain, seseorang diperkenankan untuk menikah lagi (poligami). Itupun untuk menghindari hubungan yang tidak sah. Di dalam Islam, hubungan tidak sah itu termasuk penghinaan, sedangkan orang Barat menganggap hubungan tidak sah sebagai kebebasan. Di sini ada perbedaan pengukuran.
       Selain alasan di atas, kita tidak tahu Allah SWT menciptaan berapa laki-laki dan wanita di suatu negeri. Misalnya: Di Jatim ini wanitanya lebih banyak dari pada laki-laki, sedangkan di Prancis itu laki-laki lebih banyak dari pada wanita, adapun di Mesir itu jumlah laki-laki dan wanita relatif sama. Kalau jumlah laki-laki yang banyak, maka orang laki-laki sulit untuk kawin lagi. Kalau jumlah laki-laki dan wanita sama, maka bisa menikah dengan satu orang saja sudah Alhamdulillah. Sedangkan kalau jumlah wanita lebih banyak dari laki-laki, maka wanita-wanita yang "tersisa" itu mau diapakan?. Misalnya: Jumlah laki-laki sebanyak 1000 orang, sedangkan jumlah kaum wanita sebanyak 1300, kemudian poligami dilarang keras, maka wanita sebanyak 300 orang itu posisinya di mana?. Sebagai wanita yang harus terhormat dan sebagai wanita yang harus mendapatkan suami yang bertanggung jawab terhadap keturunan dan kehidupan, bukan dengan jalan maksiat. Dalam kondisi seperti itu, maka alternatif (poligami) itu menjadi penting.
       Alasan ketiga poligami: Adat istiadat suatu tempat itu tidak sama. Di Barat, menikah lebih dari satu orang itu dianggap seperti kurang terhormat. Sedangkan di Madura banyak wanita yang ingin dinikahi oleh Kyai hanya ingin mempunyai anak yang nantinya dipanggil "Gus". Jadi, di sana yang aktif justru kaum wanita.
       Seperti contoh teman saya di Asembagus yang mempunyai 4 orang istri. Itupun masih ada yang antri untuk menjadi istrinya. Begitu juga teman saya seorang Kyai di Mojokerto yang mempunyai 4 istri. Anehnya mereka berempat tinggal di dalam satu rumah dan hidup tenang dan rukun. Jadi, dalam satu rumah ada empat kamar yang ditempati oleh masing-masing istri.
       Dalam menanggapi masalah poligami ini, saya lebih senang mengatakan sebagai keleluasan Islam untuk menampung seluruh keadaan di dunia yang berbagai macam, tapi tetap tidak melanggar syari'at Nabi Muhammad SAW. Bagaimana yang di Barat, di Timur, Afrika Selatan, Indonesia?. Bagaimana negara yang laki-lakinya lebih banyak? Bagaimana yang wanitanya lebih banyak?, dsb. Sehingga dengan demikian aturannya tidak kaku, justru menjadi kenyal untuk menampung berbagai macam keadaan tersebut. Sekalipun demikian, dia tidak melanggar konsep Sakinah, Mawaddah dan Rahmah. Mawaddah itu mengharuskan tanggung-jawab. Orang yang tidak resmi menikah, tidak ada tanggung jawabnya. Jadi, di sini kita melihatnya sebagai Rahmatan lil 'alamin.
       Kalau dilihat adat istiadat satu persatu, mungkin suatu adat istiadat cocok terhadap satu alternatif, namun belum cocok dengan alternatif yang lain. Tetapi kalau melihat pada adat di dunia secara keseluruhan, maka akan tiba pada kesimpulan tidak cukup hanya dengan satu alternatif saja.
       Adapun hal-hal yang bertentangan dengan syari'at Islam, betapapun hal tersebut telah menjadi adat istiadat sebuah masyarakat, maka adat itu tetap tidak boleh. Misalnya; Ketika saya pergi ke Lombok, di sana ada suku Sasak. Di daerah suku Sasak ini ada adat perkawinan yang aneh. Jika seorang laki-laki ingin menunjukkan cintanya kepada wanta, maka sebelum kawin, wanita itu harus diculik terlebih dulu dan di bawa pergi jauh dan hidup bersama selama satu minggu. Kalau wanita sudah lungset, baru si laki-laki lapor kepada calon mertua. Lari ini dinilai sebagai tanda cinta. Sekalipun hal seperti ini merupakan bagian dari budaya, namun tidak usah diakomodasi dalam Islam. Yang diakomodasi adalah yang ada kecintaan dan tanggung jawab yang bersifat duniawi dan ukhrawi, baik kepada keturunannya, keluarganya maupun kepada Allah SWT.
       Nah, bahwa dalam suatu perkawinan ada yang ditambah-tambahi, itu hukumnya boleh. Yang penting kan ada calon suami-istri, wali, akad dan saksi. Ini yang sifatnya yuridis formal. Misalnya: Di dalam adat perkawinan di Solo ada siraman, membawa keris, dsb. Begitu juga dengan adanya janur kuning, pisang yang berbuah supaya gampang punya anak. Semua itu hanya variasi dan tidak masuk lingkup hukum, namun termasuk budaya. Sedangkan berkenaan dengan budaya ini, ada sebuah qa'idah fiqih yang menyatakan bahwa sepanjang suatu budaya tidak nabrak syari'at, maka silahkan kembalikan kepada adat budaya.
       Semoga yang ingin menikah diberi kemampuan untuk menikah dan ketika sudah menikah diberi kemampuan untuk mengarungi rumah tangga dengan baik. Aminn




Edufunia Right. Diberdayakan oleh Blogger.