Rabu, 03 Desember 2014

Cara menghadapi kesulitan Hidup dengan berdo'a dan beramal salih

Menghadapi Kesulitan Hidup Dengan Berdo'a
Dan Beramal Shalih Secara Istiqomah

       Di dalam pengajian ini, saya ingin menyampaikan bahwa suasana yang sulit sekarang ini, yaitu hidup yang sumpek yang di dalam Al-Qur'an disebut dengan مَعِيْشَةً ضَنْكًا (hidup yang serba angel), kelihatannya belum ada tanda-tanda berhenti. Kenapa belum ada tanda - tanda berhenti?, karena kita masih belum bisa bersatu untuk memperbaikinya, baik dalam hal keamanan, pendidikan, kesehatan, hukum dan ekonomi. Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah bahwa bencana-bencana yang silih berganti ini juga belum ada tanda-tanda berhenti. Saya tidak mengatakan bencana ini akan jalan terus, tapi saya mengatakan belum ada tanda-tanda rangkaian bencana ini akan berhenti. Satu-satunya jalan untuk menghapi kondisi seperti ini adalah kita harus siap-siap memohon keselamatan, karena kita tidak mampu untuk menghentikan bencana yang ada.
          Mengapa bencana ini masih terus terjadi?, Jawabannya adalah karena fungsi bencana tadi masih belum sampai. Bencana itu tersirat musibah di dalamnya, ada yang bersifat tadzkirah (peringatan), 'uqubah (balasan) dan ada yang bersifat adzab (siksa). Kira-kira saja, bencana di Indonesia ini berada pada posisi antara tadzkirah dan 'uqubah. Yang dimaksud dengan bencana sebagai tadzkirah (peringatan) adalah bahwa di Indonesia ini ada susuatu yang salah dan harus dihentikan, tapi belum juga dihentikan sekalipun bencana sudah silih berganti seperti ini. Sedangkan bencana sebagai 'uqubah (balasan) itu sudah lebih berat dari sekedar tadzkirah, karena bersifat siksaan. Saya yang sudah menelusuri ke mana-mana, melihat orang yang seharusnya berhenti berbuat dusta, serakah, korupsi, dsb. Namun mereka belum menunjukkan tanda-tanda berhenti melakukan perbuatan tersebut. Akhirnya, karena kedurhakaan sebagian umat ini, seluruh umat juga terkena musibah. Bencana seperti ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur'an Surat Al-Anfaal : 25
(#qà)¨?$#ur ZpuZ÷FÏù žw ¨ûtùÅÁè? tûïÏ%©!$# (#qßJn=sß öNä3YÏB Zp¢¹!%s{ ( (#þqßJn=÷æ$#ur žcr& ©!$# ߃Ïx© É>$s)Ïèø9$# ÇËÎÈ
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Selasa, 25 November 2014

DO’A UNTUK KESELAMATAN

DO’A UNTUK KESELAMATAN


       Jangan lupa kamu membaca Surat Al-Fath : 1-5 setelah shalat shubuh dan setelah shalat maghrib. Sedangkan setelah sahlat dzuhur, untuk memperkokoh kecerdasan, maka hendaknya kamu berusaha untuk membaca Al-Qur'an, sekalipun sedikit, walaupun itu hanya berupa Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash dan Al-Mu'awidzatain. Mengapa demikian?, karena potensi yang ada pada manusia itu kadang berkembang, kadang menggenang. Sama-sama lulusan S1, namun ada yang berkembang dan ada yang pengangguran. Ada anak yang pinter-nya itu kelihatan tajam dan bisa menyelesaikan problema, ada yang kepandainya tidak terasa. Jadi, ada faktor lain selain faktor ilmu, yaitu faktor kecerdasan.
       Di samping faktor kecerdasan di atas, ada juga faktor lain, yakni pengembangan dan mengalirnya potensi tersebut menjadi solusi. Dorongan untuk mengembangkan dan mengalirkan potensi tadi tidak cukup bermodalkan pinter saja, akan tetapi harus didorong bersama dengan idzin dan pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, engkau jangan lupa untuk membaca Surat Al-Fath : 1-5 tiap ba'da shubuh dan ba'da maghrib, sedangkan ba'da dzuhur, hendaknya kamu membaca Al-Qur'an, yaitu membaca Ayat-ayat yang ringan engkau baca.

Senin, 29 September 2014

Pesan Abah Hasyim Muzadi Kepada Pengurus OSPAM



Assalaamu'alaikum wr.wb.
Bismillahirrohmaanirrohim


Alhamdulillahirobbil 'aalamin, wabihi nasta'inu 'ala umurid dun-ya wad din, was sholatu wassalamu 'ala asyrofil mursalin sayyidina wamaulaana wa syafi'ina wauswatuna wahabibina waqurroti a'yunina Muhammadin saw, wa 'ala alihi wa shohbihi ila yaumil qiyamah,

Subhaanaka laa 'ilma lanaa illa maa 'allamtana, innaka antal 'alimul hakim, robbana aatina min laadunka rohmah wahayyi' lana min amrina rosyada. Amma ba'd,

Yang terhormat para dewan asatidz,
Anak-anak sekalian yang saya hormati,

OSPAM adalah suatu sarana untuk belajar memimpin, memimpin kepada temannya yang lain, dan kunci kepemimpinan itu sebenarnya terletak kepada kemampuan seseorang untuk memimppin dirinya sendiri, ketika seorang pemuda mampu memimpin dirinya sebenarnya dia sudah siap berlatih memimpin orang lain. memimpin fikirannya sendiri, memimpin hatinya sendiri, memimpin tingkah lakunya sendiri, memimpin ibadahnya sendiri, kebersihan hidupnya baik lahir maupun bathin, maka dia berpotensi untuk memimpin yang lain. Kalau tidak, maka kepemimpina itu akan gagal, ini berlaku untuk semua, baik untuk anak-anak yang sudah berkeluarga maupun yang belum, kalau nanti kamu sudah berkeluarga dan ingin menjadi pemimpin masyarakat, itu juga pertanyaannya apakah ia mampu apa ndak memimpin keluarganya sendiri..? mampu ndak mengatasi rewelnya istri...? mampu ndak mengatur anak-anaknya supaya berjalan di atas gaaris yang lurus..? mampu ndak dia menciptakan ketenangan sakinah keluarga..? nah, ketika dia bisa, berarti dia siap memimpin masyarakat, tapi siap bukan berarti langsung bisa, tapi harus melakukan latihan-latihan, baik secara pengalaman fisik maupun pemikiran, oleh karenanya pengurus OSPAM pertama harus mampu memimpin dirinya.

coba pengurus OSPAM sendiri dilihat kamar tidurnya beres apa ndak..? sprei dan bantalnya itu pantas dilihat orang apa ndak..? kadang-kadang sprei itu berpindah seperti bendera tapi ndak jelas, juga bantalnya ada peta jawa timurnya di situ, anak-anak OSPAM mampu ndak dia sholat tepat waktu.. sebelum dia menjadi keamanan untuk sholatnya orang lain..? sebelum dia mentertibkan kaki-lima jajan-jajan yang masuk ke pondok, dia sendiri tertib apa tidak..? maka ada kata kuncinya.

اصلح نفسك يصلح لك الناس
Artinya : perbaiki dirimu maka orang lain akan memperbaiki sikapnya kepadamu tanpa komentar, jadi ilmu kepemimpinan yang pertama adalah memimpin diri sendiri.

Selasa, 23 September 2014

Perjalanan Situbondo - Malang Dalam Hikmah



Bus melambat lalu berhenti untuk menaikkan penumpang, dari pintu belakang seorang ibu tak bisa dikatakan masih muda naik, rambutnya semir kuning kemerahan, memakai rok mini. Seketika penjual tahu, pedagang asongan, pengamen dan pak kondektur menatap pada ibu tersebut sampai ibu tersebut duduk dikursi bagian tengah dan mereka berbincang sesekali terdengar tawa bernada nakal.

Tahukah kalian apa yang dipikiran bapak-bapak ketika melihat ibu tersebut? Dan tahukah kalian apa yang diperbincangkan oleh bapak-bapak tersebut?
Pertanyaan tersebut sulit dijawab oleh wanita yang mempunyai insting pamer. Yang mereka tahu dan ingin lakukan adalah pamer keindahan dan kecantikannya. Terlebih wanita yang memang terbiasa berpenampilan seperti itu bagi meraka hal itu biasa saja dan selalu menyalahkan laki-laki yang matanya g’dijaga atau bermata keranjang karena memang sulit untuk mengubah kebiasaan tak terkecuali kebiasaan pamer keindahannya.

Harus sepenuhnya kita terima bahwa wanita takkan seratus persen mengerti sudut pandang laki-laki dalam melihat keindahan wanita terlebih lagi wanita yang selalu disibukkan oleh perasaannya sendiri namun yang jelas sebagai laki-laki takkan ku biarkan wanita yang menjadi tanggungjawabku dan wanita yang aku cintai berpenampilan seperti itu. Takkan ku biarkan wanitaku menjadi pemuas fantasi liar laki-laki.

Hati-hati… semua mata cowok itu sama tak peduli tua atau muda dan tak terkecuali yang nulis tulisan ini. Be carefull ukhti…

Jika wanita ingin diperlakukan laksana ratu ia takkan berpenampilan seperti wanita penghibur. (Elfrida Aisha Azzakiya: Muslimah Metropolis)
Perempuan memiliki seluruh puncak-puncak kehormatan manusia tapi tak selalu mampu melindungi kehormatannya bahkan terkadang lupa betapa berharganya ia. (Elfrida Aisha Azzakiya: Muslimah Metropolis)

Kejayan pasuruan dalam Perjalanan kembali ke kota pendidikan Malang, 21 September 2014.

Senin, 25 Agustus 2014

Makna Lagu Sandaran hati yaitu belajar tentang cinta



Assalamualaikum sahabat edufunia, kali ini kembali kita mencoba menafsiri lagu letto yang lain. yaa... kali ini adalah sandaran hati. okayy... sebelum melangkah ke hal lain udah baca belum posting bahwa kita diberi kebebasan untuk menafsiri lagu-lagu letto. baca dulu ya... ini linknya ~~> Arahan Abang Noe

Sandaran Hati mengajak pendengarnya untuk belajar tentang cinta. Ketika masih kecil, konsep cinta kita adalah pada diri sendiri – pokoknya melakukan apapun untuk bikin diri kita senang. Ketika beranjak remaja, kita mulai mencintai makhluk lain – entah itu  anjing, kucing, atau sesamanya. Ada pernyataan cinta kepada pihak lain tapi masih mengharapkan balasan karena sebenarnya yang terjadi adalah cinta kepada diri sendiri. Kita ingin menyenangkan diri sendiri dengan persetujuan orang lain.

Ketika menikah, konsep cinta meningkat. Kita saling mencintai dengan pasangan tanpa batas. Cinta kepada anak meningkat lagi; semakin luas dan semakin sedikit syaratnya. Begitu sudah punya anak dan hidup sudah mapan, kita cenderung mencari-cari komunitas. Bentuk cinta semakin meluas. Kalau kita terus membesarkan cinta kita sampai besar sekali, tidak ada pilihan lain kecuali mencintai Tuhan, dan ketika kita sudah mencintai-Nya, kita sanggup mencintai seluruh ciptaan-Nya. (Abang Noe)

Pelangi Hidayah Dalam islam

WARNA-WARNI HIDAYAH DALAM AL-QUR'AN
oleh : Abah Hasyim Muzadi
Pengasuh PesMa Al-Hikam Malang dan Depok
        
 Di dalam Al-Qur'an disebut beberapa hidayah. Al-Qur'an juga berfugsi sebagai hidayah (petunjuk), yaitu petunjuk yang tertinggi, karena tidak tergantung kepada selera orang, akan tetapi tergantung kepada kebenaran dan fitrah.
         Di sini dibedakan antara nafsu dengan fitrah. Nafsu adalah kehendak atau kemauan kita, baik cocok ataupun tidak cocok dengan syari'at Islam. Sedangkan fitrah artinya apa yang seharusnya untuk kita. Agama Islam disebut juga agama fitrah, maksudnya agama yang seharusnya dipeluk oleh seluruh umat manusia.
         Al-Qur'an disebut sebagai Huda (petunjuk) terhadap fitrah manusia. Ada beberapa Ayat di dalam Surat Al-Baqarah yang menyebut kata Huda, antara lain: Surat Al-Baqarah Ayat  2,

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (sebagai) petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

         Pada Ayat ini, Al-Qur'an disebut sebagai Hidayah untuk orang-orang yang bertaqwa. Jika tidak bertaqwa, maka Al-Qur'an tidak akan masuk kepada orang itu atau orang itu sendiri yang tidak mau "dimasuki" oleh Al-Qur'an, karena huda di sini khusus bagi Muttaqin (orang-orang yang taat atau bertaqwa). Surat Yunus Ayat 57,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada (hati), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Minggu, 24 Agustus 2014

Biodata Lengkap Tentang Pemilik Blog Edufunia

CURRICULUM VITAE

Nama Lrngkap                        :    M Zaenal Abidin
Nama Panggilan                      :    Zaenal
Tempat / Tanggal Lahir:           :    Situbondo, 7 Agustus 1989

TAFSIR LAGU SEBELUM CAHAYA DENGAN METODE Q&A

TAFSIR LAGU SEBELUM CAHAYA DENGAN METODE Q&A DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Oleh: @Zaenal_Edufunia
 
Noe di Masjid Al-Hikmah UM (kamera Hp samsul young 2 MP)
Saya mengenal dan menjadi penikmat lagu Letto sejak SMA sampai S2 ini, jika ditanya kepada adik yuniorku musik yang sering terdengar dari laptop mas Zaenal, mungkin jawabannya adalah Maher Zain dan Letto (tidak termasuk Al-Qur’an). Entah mengapa meski tak tahu pesis makna lagu tersebut (karena memang puitis dan metaforis) saya suka mendengarkannya, liriknya yang filosofis, iramanya begitu harmoni dan enak didengar. Sebut saja lagu Sandaran Hati, Ruang Rindu, Bunga Di Malam Itu cinta... bersabarlah Dan Sebenarnya Cinta. Lagu dari abang Noe dkk Bisa membuat hati terasa lembut, masuk dan larut dalam alunan melodi. Lagu-lagu tersebut bisa menambah daya sensitifitas diri untuk menyelami palung hati terdalam. Terlebih lagu-lagu letto Cocok kalau lagi galau atau menggalaukan diri. Hehe....
Baru setelah saya bertanya langsung pada abang Noe, baru Saya berani memulai menafsiri lagu Letto ya tentunya karena sudah mendapat ijin dari abang Noe untuk bebas menafsiri lagu-lagunya. Pada waktu itu, abang Noe mengisi kajian “Dialog Al-Qur’an dan Sains Modern” didampingi oleh Prof. Dr. Muhammad Amin, S.Pd, M.Si (dosen biologi FMIPA sedangkan Noe lulusan sarjana Matematika dan Fisika University of Alberta) yaitu Sehabis shalat Jumat pada tanggal 6 Desember 2013, di Masjid Al-Hikmah Universitas Negeri Malang.
Kajian atau sharing (karena abang Noe suka dengan kata sharing) kata mas Noe “Saya terus terang kurang nyaman dengan konsep mengajari. Yang ada adalah sharing, sebab tidak mungkin satu orang mengetahui semua hal. Dengan berbagi informasi – bukannya berangkat dari niat memberi tahu – kita saling melengkapi satu sama lain.” So, sharing ini terlaksana sekitar 2 jam banyak hal yang dibahas antara lain Manajemen Informasi, seni dan sains, Pengetahuan Berbuah Tanggung Jawab dan  tentang Tidak Adanya Dominasi di Alam raya ini. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan bertanya dan saya mengajukan 2 pertanyaan.

Sabtu, 05 Juli 2014

Terbangun resah "Terimaksih Ya Allah, Kau ijinkan aku hidup kembali"

3. Terbangun resah

Handphoneku memekik keras, Alarm sebelum subuh beraksi membangunkan serta memaksaku untuk menenangkannya. Dinginnya udara Malang diwaktu dini hari menggodaku untuk tidak keluar dari selimut. Aku molet* meregangkan urat dan persendian seraya berdo’a. “Terimaksih Ya Allah, Kau ijinkan aku hidup kembali setelah matiku.” Ku beranjak dari tempat tidur, Aku ingin curhat pada tuhanku tentang keluh resah, impian serta do’aku. ku langkahkan kaki menuju kamar mandi mengambil wudhu.
Pada dini hari ini kebanyakan manusia terlelap dan tak kudengar aktifitas manusia, sepertiga malam adalah saat dimana alam raya begitu tenang,  telingaku dimanja suara jangkrik dan kodok yang bersahutan. Kulitku terelaksasi oleh air wudhu yang segar. hidung, paru-paru dan otak teraliri oksigen jernih. mataku terpukau oleh hamparan langit terang berhias cahaya bintang-bintang. membuatku berada diantara tersadar dan tak tersadar, gelombang otakku berada pada gelombang Alfa. Seluruh perasaan dan pikiran positif hadir dalam diriku. ikhlas, tenang, nyaman, segar dan bahagia. Imaginasi dan Pikiranku terbang melesat melintasi alam raya.  Dalam Sujud tahajjudku, aku merasa sangat dekat dengan tuhanku.
Berjalan tegak dan berakal itulah keutamaan manusia dan dengan akal manusia bisa mendapatkan ilmu, ilmulah yang membuat adam lebih tinggi derajatnya dibandingkan malaikat. Manusia  yang menggunakan akalnya akan menemukan kepuasan dalam beragama karena agama bersifat rasional*. Dan Bersujud adalah symbol kehambaan manusia terhadap sang maha pencipta. Dan Allah memerintahkan manusia untuk mensujudkan kepala/otak/rasionya. ketika sujud kepala/rasio di letakkan pada tempat yang rendah karena selain bersifat rasional agama juga bersifat supra-rasional*. Agama tidak bertentangan dengan akal dan tetap akan bertahan dengan pengujian ilmu pengetahuan termutakhir dengan bukti empiris, namun agama berada ditingkat lebih tinggi dari akal. Keterbatasan informasi/ilmu yang membatasi akal manusia karena itu selain diperintahkan berpikir, manusia diperintahkan berdzikir dan merenung. Hal tersebut senada dengan Albert einstein yaitu “Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan terbatas, sedangkan imajinasi seluas langit dan bumi”. Manusia memang tak pantas menyombongkan rasionalitasnya. Dalam sujud ku berdo’a,
“Allahku…maafkan aku jika terbesit kesombongan”
“Allahku, Ya mutakabbir… aku tak ingin memakai pakaian kesombonganmu. Maafkan aku jika  berjalan dibumi dengan penuh kesombongan.”
Ya Allah,Ya laatif, Allahku, Engkau adalah Sang maha lembut, engkau lebih lembut dari syaraf dan urat nadi leherku, dari karena saking sangat lembutnya engkau, sering membuatku tak merasa akan hadirMu. Kasarnya perasaanku, pikiranku, sikapku, tutur kataku serta perbuatanku membuatku melupakanMu.”
Ya latiif, ultuuf binaa… lembutkan hati kami agar selalu bisa merasa hadirMu, cintaMu, nikmatMu dan karuniaMu dalam suka maupun duka.  Ilhami aku untuk selalu mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai.”
Ya Sattaaru ustour ‘ouyoubana, tutuplah segala aib-aibku karena jika tak engkau tutup aibku mungkin manusia enggan bersahabat denganku.”
Ya Mujeebu ajib du’aa’ana, Allahku, kabulkanlah do’aku karena hanya padamulah aku memohon dan hanya padamu aku berharap”
Setelah bersujud, istighfar dan berdzikir, ku pandangi lekat-lekat ‘dreamboardku’ disisi kanan cermin. Tempatku menulis mimpi-mimpiku. Mimpiku terbagi 4 kategori:

Jumat, 06 Juni 2014

STRATEGI MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH

STRATEGI MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH
DI TENGAH TERPAAN BADAI KEHIDUPAN
 
KH Hasyim Muzadi
Para Jama'ah yang saya mulyakan!.
       Salah satu tugas pokok kita sebagai orang tua adalah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Tugas ini ditegaskan di dalam Al-Qur'an Surat At-Tahriim : 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
            Yang ingin saya sampaikan pada pengajian kali ini adalah tentang tata cara untuk melaksanakan tugas tersebut, karena perintah Al-Qur'an tadi bersifat umum. Hal ini seperti halnya perintah shalat di dalam Al-Qur'an, sedangkan rincian tata cara shalat harus dilihat di dalam Hadits Rasulullah SAW. Bahkan Hadits pun kadang-kadang masih harus dirinci lagi melalui ijtihad (pandangan keilmuan) para ulama'. Jadi, Hadits berfungsi sebagai penjelas Al-Qur'an, sedangkan ulama' berfungsi untuk mempraktekkannya di dalam tekhnis pelaksanaan sehari-hari.
       Sekarang kita bukan hanya mengalami kesulitan di dalam keluarga, karena faktor ekonomi dan sulitnya mencari biaya hidup, akan tetapi kita juga kesulitan karena pengaruh dari luar. Sekarang ini, pengaruh dari luar tidak hanya mengganggu, tapi sudah merusak dan menghancurkan. Oleh karena itu, cara kita dalam menyelamatkan keluarga juga harus dobel, yakni dobel dari dalam dan dobel dari luar.
       Saya akan memulai membahas tentang tata cara menyelamatkan keluarga dari dalam. Seorang ahli hikmah yang bernama Imam Al-Ghozali RA menyatakan dalam atsar-nya (pendapat yang mu'tabar).
أَصْلِحْ نَفْسَكَ، يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
أَصْلِحْ نَفْسَكَ، يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
Perbaikilah dirimu, niscaya orang lain akan memperbaiki dirinya (perilakunya) kepadamu

Minggu, 01 Juni 2014

Rihlah PesMa Firdaus Malang ke Situbondo

Rihlah Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang Ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo part 2.

Sesuai denga kesepakatan, kita berangkat jam 12 malam. Dimalam itu aku kuat untuk tidak tidur semaleman sampek pagi… hebatkan aku?? soalnya siang dan sorenya udah tak tidur lama.. hehehe… tapi memang juga g bisa tidur… yaiyalah… secara aku kepel, tour guide dan tuan rumah. Klo gue sampek tidur yaa… kacaulah rihlah ini.
Jam sudah menunjukkan 11:30, mobil belum dateng juga,
“Udah siap” tanyaku pada salah satu yunior.
“Siap mas tinggal masukin pakaian aja” jawabnya.
“Laahh.. itu namanya ya belum siap, siap-siap yaa… siap-siap ya, ntar klo mobilnya dah dateng biar langsung berangkat” saranku.
“Ok mas, santai saja siap”

Aku khawatir akan belum siapnya temen-temen ketika mobil dah dateng, yang pastinya nanti membuat waktu molor dan akan berdampak pada menggangunya shedule acara. Ku sms mb hijri,
“mb mobilnya dah nyampek mana” tak lama sms masuk.
“Otw” balesnya singkat.

“Ayoo temen-temen, mobil dah hampir dateng, 3 menit lagi ditunggu dipondok putri yaaa…!!”
“Iya mas” mereka pun bergegas. Hehehe…. Sengaja aku pilih kata-kata yang ambigu agar mereka salah persepsi. Mungkin mereka menangkap maksudku bahwa 3 menit lagi mobil datang. Hehehe… ilmu maketing memang pandai memainkan persepsi.

Dan alhamdulillah mereka bergegas,
Haris Cendikia
Ghozy Al Atiqiya










Semua siap dan siap berangkat... Gooo...!!

Kamis, 15 Mei 2014

Tahapan Menjadi Muslimah Sejati dan Elegan

4 Tahapan Menjadi Muslimah Sejati dan Elegan
oleh : @Zaenal_Edufunia

Aisha AAC

Tulisan/catatanku “Tentang Wanita” telah menjadi LABEL tersendiri dalam blogku, tulisan kali ini tentang cacatan pesantren yang diasuh oleh Ibunda Nur’ainy Al Mascatty di hari jum’at tanggal 18 April 2014 mata kuliah “adaabul mar’ah fil islam” yang kira-kira berarti “Tatakrama/adab Wanita Dalam Islam”  menggantikan Ibu Rukmini yang bepergian. Kali ini ibunda nur’aini membahas 4 tahap peran wanita dalam kehidupannya.

Sharing/Mengajar kepada makhluk Hawa bukanlah suatu hal asing bagiku. Selepas lulus dari aliyah di Genggong, aku sudah mengajar TPQ, MADIN, Mts dan MA di Situbondo. Untuk tingkat Mts dan MA selain mengajar aku juga menjadi “penjaga” mereka dari pergaulan dan etika yang kurang pantas sebagai wanita. Meski mereka di pesantren namun pastinya ada “jiwa muda” dalam diri mereka Dan diwaktu kuliah S1 aku juga sering mengisi kajian di HMI, Kajian kelompok Ekonomi Islam, HTI, LDF FE UM juga pernah di masjid An-Nur Polinema dll. Dan di Pesma Firdaus juga diberi amanah menjadi instruktur/teman diskusi Fiqih Muamalah santriwan/ti paket 2 dan 3.

Menjaga/menasehati adik-adik disekolah Mts dan MA kulakukan sekedarnya saja, sepanjang tidak terjadi sesuatu yang berlebihan. Ya mungkin karena mereka bukan tanggungjawabku sepenuhnya, hanya sebatas disekolah saja. namun ketika adik kandungku tercinta sudah melewati ujian nasional dan hendak melanjutkan kuliah, keresahan dan kekhawatiran muncul. Bagaimana aku menjaganya? Bisakah aku menjaganya di tengah bebasnya pergaulan kota Malang? Ya, bagaimanapun dia adalah tanggungjawabku karena laki-laki mempunyai tanggung wajab terhadap 4 kategori wanita yaitu ibu, istri, saudara kandung perempuan dan anak perempuannya. Bagaimana aku menjaga dan mendidiknya agar dia bisa menjaga dirinya? Ku sepenuhnya memohon perlindungan Allah atas adik kandungku.

Selasa, 13 Mei 2014

PILAR-PILAR ASWAJA

PILAR-PILAR AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH
catatan pesantren bersama 
abah hasyim muzadi Alhikam Malang
dokumen pribadi

       terkait yang dimaksud aswaja dalam tulisan ini adalah aswaja versi/pemahaman menurut NU karena tentunya ada banyak versi/pemahaman dari ASWAJA. selain memang semua mengaku ASWAJA. tapi bijaknya, ASWAJA dilihat bukan dari pengakuannya tapi dari sikap dan amalnya. okk.... here the speech from abah.

Sekarang ini, aliran-aliran dan gerakan-gerakan politik sudah ada di sekitar kita. Kita tidak usah ikut-ikut ke sana, tetap saja pada ASWAJA. Ini penting, soale wis usum, mereka semua sudah masuk ke kampung, kampus, masjid, dsb. Wis ojok melok-melok, tetep pada ASWAJA yang patokannya sudah jelas.
       Patokan ASWAJA dalam bidang tauhid adalah Imam Al-Asy'ari dan Imam Al-Maturidy. Patokan dalam bidang Ilmu Fiqih adalah salah satu dari madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i, dan Imam Hambali RA.
       Madzhab Imam Syafi'i iku sing paling luwes, sebab piyambake rono-rene. Beliau pernah tinggal di Mekkah, Madinah, Baghdad, Mesir, dsb. sehingga beliau iso membanding-bandingkan.
       Imam Malik itu hanya tinggal di Madinah saja, mulane beliau menjadi Ahli Hadits terkemuka, karena Hadits numpuk di Madinah. Nabi Muhammad SAW hidup lama di Madinah, sehingga kelumpukan Hadits ada di Madinah juga sangat banyak. Hadits itulah yang menjadi ilmu andalan dari Imam Malik. Mulane, seakan-akan Imam Malik iku nggak duwe pendapat, karena nyaris semua pendapatnya mengacu kepada Hadits. Saking akehe Hadits sing diapalno Imam Malik, ngantek luweh teko 100.000 Hadits. Bandingno karo awak-awak'an iki, utange tok lali, opo maneh apal Hadits.
       Imam Malik iku sugih tapi sufi. Anehe, sufi itu orang yang atine gak kedunyan, padahal Imam Malik diparingi sugih. Opo dungane Imam Malik supoyo sugih lan sufi?, do'anya adalah:
رَبَّنَا أَتِنَا الدُّنْيَا فِيْ أَيْدِيْنَا، وَلاَ فِيْ قُلُوْبِنَا
                     Ya Allah, letakkanlah dunia di tangan saya, jangan letakkan dunia itu di hati saya   
Edufunia Right. Diberdayakan oleh Blogger.