Sabtu, 21 Desember 2013

Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang dan Tanya Jawab Seputar Pesantren (FAQ)

Assalamualaikum sahabat edufunia… ^_^




Tulisan Kali Ini tentang pesantren ke tigaku, yaitu pesantren mahasiswa FIRDAUS. Setelah diwisuda dari PESMA Al-Hikam dan FE UM, aku mendapat gelar “Ust” dari Al-Hikam dan “S.E” dari FE UM. Jadi namaku sekarang adalah Ust.M Zaenal Abidin S.E padahal targetnya adalah Prof.Dr.H.M Zaenal Abidin M,Pd M.M. hahaha…. Itu hanya mimpi aja, g papa kan mumpung masih gratis… namun... apalah arti gelar akademis tanpa manfaat bagi orang lain… tull ?  

(gelar ust itu cuma bo'ongan doang, ustadz itu bukan dilihat dari mana ia lulus, tapi bagaimana ia berdakwah dan mengamalkan ilmunya. okayy...

Ok kita fokus ke PESMA firdaus, setelah lulus dari Al-Hikam aku melanjutkan studi di pascasarjana UM. Sempat ngekos selama 1 bulanan namun sepinya teman serta tidak ada kegiatan yg ku kira bermanfaat aku memutuskan untuk kembali ke habitatku (masuk pesantren lagi). aku mulai mencari informasi daftar pesantren di malang. Akhirnya muncul beberapa 5 nama. Ku analisis dan ku timbang dengan keadaanku, mimpiku, kebutuhanku idealism dan cita-cita ku, keadaanku di pasca dll aku memutuskan untuk memilih PESMA FIRDAUS. Mengapa aku memilih pesma firdaus ?

Ini dia profil PESANTREN MAHASISWA FIRDAUS MALANG.

Pesantren Mahasiswa Firdaus Malang

Masjid di dekat PESMA Firdaus

Empat Tipe Anak Menurut Al-Qur'an

4 tipe anak menurut al-Qur'an
Cacatan Pesantren bersama Abah Hasyim 


     
Mendo’akan seorang anak adalah suatu yang penting, namun sekarang sudah banyak yang melupakan hal itu. Banyak orang tua mengira kalau anak hanya memerlukan makan, minum, sangu (bekal) dan sekolah. Padahal kenyataannya, semua itu belum cukup, karena anak-anak kita memerlukan do’a kita sebagai orang tua. Jika orang tua hendak mendo’akan putera-puterinya, maka dia harus mendo’akan mereka satu persatu. Orang tua mesti mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masing-masing anaknya. Al-Qur’an telah menyebut anak dalam 4 tipe:
1.    Anak yang disebut Qurratu A’yun. Secara bahasa, kata Qurratu A’yun berarti; biji mata. Akan tetapi yang dimaksud dengan anak yang Qurratu A’yun adalah anak yang sudah beres dunia dan akhiratnya, yang beres hidupnya, yang beres akhlaqnya kepada orang tua dan beres perilakunya terhadap lingkungannya, baik lingkungan masyarakat maupun lingkungan alam. Istilahnya, anak yang Qurratu A’yun adalah anak yang jangkep (sempurna) agamanya, jangkep hidup dunianya, sehingga dia akan memperoleh kebaikan di dunia maupun di akhirat (Fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah). Perumpamaan anak yang Qurratu A’yun adalah anak pintar, shalih, berakhlaq mulia, bermanfaat dan bisa mengerti kondisi orang tuanya.
2.    Anak yang menjadi hiasan (pepaes ; zinah). Anak tipe ini adalah anak yang bisa dibanggakan oleh orang tuanya ketika di dunia saja, karena kehidupan akhiratnya masih belum jelas. Misalnya anak yang menjadi Bupati ataupun Gubernur. Seorang anak yang bisa dibanggakan oleh orang tuanya sudah bisa disebut akan dalam kategori zinah (perhiasan) ini, baik dia bisa mendatangkan manfaat maupun tidak. Perumpamaan anak kategori zinah untuk saat ini adalah peserta Indonesian idol, sekolahnya bernama Akademi Fantasi, dan isinya hanya gaya, mejeng, pepaes, berbusa-busa dan fantasi belaka.
3.    Anak yang menjadi fitnah, yaitu anak yang bisa mendatangkan fitnah untuk keluarga. Misalnya; Seorang ayah mempunyai perilaku yang baik, namun tingkah laku anaknya tidak karu-karuan (berperangai buruk), misalnya; mengonsumsi narkoba. Inilah yang kemudian diistilahkan dengan “anak polah, bopo kepradah”. Pada masa sekarang juga berlaku istilah “bopo polah, anak kepradah”, misalnya; Seorang ayah dikabarkan ditangkap polisi karena suatu kasus, kemudian anaknya menjadi terkucil di sekolah. Meskipun demikian, yang paling banyak terjadi adalah anak yang membawa fitnah bagi orang tuanya.
4.    Anak yang menjadi musuh orang tua. Misalnya; Seorang akan ketika masih kecil dididik oleh orang tuanya, ketika sudah besar, anak itu berani melawan, berkhianat, bahkan tega  membunuh orang tua kandungnya sendiri.

Kamis, 19 Desember 2013

Upaya Muhasabah diri :Tuhan, Maafkan aku...

Upaya Muhasabah diri
Catatan pesantren bersama abah hasyim

$pkš‰r'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£‰s% 7‰tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7ŽÎ7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès?

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(al-hasyr ayat 18)
             
       Bersikap jujur terhadap diri sendiri adalah tidak mudah. Ada orang yang melihat dirinya lebih dari ukuran yang sesungguhnya, dan ada orang yang melihat dirinya lebih rendah dari ukuran yang sesungguhnya. Oleh karena itu, inti dari muhasabah adalah bersikap jujur dalam melihat dirinya sendiri dan melihat diri kita dengan benar dan tepat. Para ulama’ berkata;
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ، عَرَفَ عُيُوْبَهُ
“Barang siapa mengetahui dirinya yang sesungguhnya, maka dia akan mengetahui aib-aibnya”

Kamis, 05 Desember 2013

Ekonomi Syariah Adalah Suaka Ekonomi Sejati Menuju Indonesia Mandiri



Menjadi Negara dan bangsa mandiri adalah harapan dari seluruh bangsa di dunia tak terkecuali indonesia. Kemandirian penting bagi suatu bangsa untuk bertahan pada era globalisasi yang sangat kompetitif Terlebih untuk menghadapi perdagangan bebas utamanya  wilayah asean (ASEAN Market) yang akan dimulai tahun 2015 mendatang. Kemandirian bangsa dipengaruhi oleh banyak faktor utamanya faktor ekonomi. System atau konsep ekonomi dari suatu Negara menetukan nilai dan karakteristik kegiatan ekonominya. Salah satu system ekonomi adalah ekonomi islam atau ekonomi syariah. Ekonomi syariah adalah suatu system, konsep dan ilmu  yang mempelajari masalah-masalah ekonomi yang didasari oleh prinsip-prinsip/nilai-nilai Islam.
Karena System ekonomi syariah berlandaskan pada nilai-nilai islam maka tak bisa dielakkan harus mengikuti kaidah atau aturan main agama islam. Dalam islam, masalah ekonomi termasuk dalam bahasan muamalah atau hubungan dengan manusia lainnya. Asal hukum dari muamalah adalah boleh/halal selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Kata haram dalam bahasa arab yang mempunyai arti terhormat. bisa dicontohkan rumah ibadah yang dihormati oleh ummatnya maka akan banyak aturan/larangan yang diterapkan. beberapa hal yang diharamkan oleh islam yang tidak diharamkan oleh system ekonomi lainnya, larangan dalam ekonomi syariah bisa dibagi 2 kategori yaitu Pertama, perangkat lunak. berupa nilai-nilai, etika ekonomi dan spiritual ketuhanan. Kedua, perangkat keras. berupa tata kelola, hukum dan transaksi legal.
Edufunia Right. Diberdayakan oleh Blogger.