Jumat, 07 Maret 2014

Senyum Manis Aya

2
~*Teringat Seyum Manis Aya*~

Jam lima sore waktuku pulang. selesai kuliah, konsultasi tesis dan mengisi kajian ekonomi islam. Meski capek namun sangat senang waktuku terpakai dengan kegiatan yang positif. Ku ambil sepeda motor di parkiran, ku laju dengan perlahan. Ku tunjukkan STNK pada pak satpam menuju jalan veteran, Lampu lalu lintas perempatan ITN menunjukkan lampu merah, kuhentikan motorku, seketika sekelilingku langsung ramai berdesakan, teringat kembali senyum Aya manis tadi, mataku terpejam sambil tersenyum sendiri seperti orang gila, hhmmm… seolah ku lihat mentari sore tersenyum padaku, deru mesin kendaran seolah instrument music bethoven, cuaca malang sore yang bersahabat terasa sejuk mesra. Didalam keramaian aku bisa merasakan ketenangan.
Tiba-tiba HPku bergetar menyadarkanku, ada pesan masuk, ku buka, dari Prof.Bambang Banu, 
“Zaenal, Tolong gantikan saya mengajar mata kuliah pengantar manajemen seperti biasa, saya ada tugas keluar kota”. Ku balas,
“Siap Prof”. Prof Bambang Banu adalah ketua sertifikasi dosen se-Indonesia. Beliau pembimbing utama tesisku. Aku sangat bersyukur bisa dibimbing beliau.
Lampu hijau, ku laju motorku sedang sambil menikmati suasa Malang di sore hari. Teringat kembali diskusi bersama Aya, pertanyaan kritisnya, gurauannya, lembut katanya, pipinya yang kemerah-merahan karena ku puji dan senyum indahnya. Oh, senyum yang bisa membuat nafasku terhenti sejenak, hihihi… sayangnya Aya tak berhijab. coba kalo berhijab, mungkin aku tak bisa meneruskan nafasku. Aku berkhayal coba kalo dia berhijab pasti akan terlihat sempurnanya. Terlontar do’a semoga dia bisa menjaga diri dengan sebaik-baiknya.
Sepanjang perjalanan pulang aku terus memikirkannya sampai baru sadar kalo aku kelewat sampai kampus Gajayana, seharusnya belok kiri pas di pasar baru dinoyo. Aku menertawakan diriku. Hehehe… ku putar balik dengan kecepatan tinggi segera harus pulang. Ku masukkan motorku di garasi dan ku ucapkan salam. 
Dan kini baru kusadari semua, Dia…Dia…Dia… tlah mencuri hatiku
Terdengar Musik dari si imut @FatinSL dari kamar depan seolah mengisyaratkan bahwa hatiku tercuri. Halaahh, ku tepis pikiran itu, aku bukan laki-laki yang mudah jatuh cinta dan tak mudah bagi wanita mencuri hatiku. Aku bergegas mandi dan persiapan sholat magrib-isya’ dan mengerjakan tugas kuliah. Tugas pascasarjana lebih membutuhkan waktu dan perhatian khusus tapi bisa ku atasi dengan pembagian waktu yang cermat. 45 menit cukup untuk mengerjakan tugas kuliah dan ku gosok gigi serta ambil wudhu’ waktunya istirahat.
Ku rebahkan tubuhku, tubuhku relaks, otot-otot mulai yang tegang mulai mengendur namun pikirannku teringat kembali kepada Aya. Dia menangis karena ucapakanku. Bagaimana kabar hatinya? hati seorang laki-laki pasti bergetar ketika mendengar wanita menangis. Insyallah semua baik-baik saja. Diriku menghibur dan menenangkan diriku sendiri. Aku mulai pejamkan mata tapi tidak bisa. Laki-laki mana yang tenang jika membuat wanita sampai menangis. Ternyata aku lemah jika harus berhadapan dengan wanita, idealismeku luntur ketika mendengar permintaan manja seorang wanita, kekerasan hatiku bisa dengan mudah luluh hanya karena senyum seorang wanita, laki-laki memang sangat sulit menahan bayang-bayang hati wanita ketika wanita mencurahkan isi hatinya. benar sekali hadist nabi yang berbunyi "Tidak ada godaan yang ku tinggalkan yang lebih dahsyat bagi para pria selain dari godaan wanita (HR.Bukhari)". Aku merasa malu pada diriku sendiri, aku malu pada tuhanku. mengapa aku terlalu cair pada lawan jenis yang belum halal bagiku. 
Aku bertambah gelisah sudah berapa puluh kali aku ganti posisi, miring kanan, miring kiri, terlentang dan tengkurep ku tutup mukaku dengan bantal tetap saja g bisa terlelap. Ku lihat jam di HP, sudah jam dua belas lewat lima menit tetap saja aku belum bisa tidur. Aku tak bisa memusnahkan Aya dari pikiranku.
“Aya mas minta tolong jangan hantui mas terus, maafkan mas untuk tadi pagi. Aya tolong cari tempat bermain yang lain, jangan bermain di pikiran dan hati mas” aku berbicara sendiri seperti orang gila. 
Arrgghhhh…!! Padahal seharian aktifitasku penuh, pagi kuliah, siang konsultasi tesis dan ke perpus, sore ngisi kajian ekonomi islam, maghrib isya’ ngaji kitab di masjid, dan malam sharing bersama adek yunior PesMa Firdaus dan terakhir ngerjakan tugas, seharusnya aku capek kelelahan dan segera terlelap tapi mengapa sulit untuk tertidur.? Tak lain karena ulah si hantu Aya. Dan tak terasa air mataku keluar. Ya Allah aku lemah dan begitu rapuh. Aku tak kuasa untuk mengendalikan pikiran dan tubuhku sendiri. Aku keluar dari kamar, berbaring berselimut di atap genteng. Sekarang aku pasrah kepada tuhan yang tak pernah tidur dan mengantuk. Ku lihat dari atap, kota batu seperti bintang berkelip 'the shining batu'. Ku berdo’a padaNya,
“Ya Allah, bintang-bintang tenggelam dan semua mata telah tertidur lelap, sedangkan Engkau maha hidup abadi lagi terus menerus mengurus makhlukMu. Engkau tak pernah terkena kantuk dan tidak pula tertidur. Ya Allah, tenangkan malamku dan pejamkanlah mataku.” Ku usap air mataku seraya berdo’a kembali,
“Ya Allah, dengan namaMu aku bernafas dan dengan namaMu jiwaku terlepas, Amin” terasa mataku mulai berat, ku kembali ke kamar dan mulai masuk alam mimpi.

                                                        ******************

klik untuk lanjutkan membaca : 3. Terbangun Resah

2 komentar:

  1. iya ukh, manusia akan selalu mengalami cobaan dan godaan. semoga kita semua selalu dilundungi olehNya. amin. terimakasih telah berkunjung di blog ana. semoga bermanfaat. amin..

    BalasHapus

Edufunia Right. Diberdayakan oleh Blogger.